Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 13 Maret 2016 06:40

Aku Sendiri Yang Akan Menjadi Saudaramu!

Aku Sendiri Yang Akan Menjadi Saudaramu!

Hijrah Nabi Muhammad Saw bersama para sahabatnya ke Madinah telah berlalu beberapa lama. Muhajirin [orang-orang yang hijrah bersama Nabi dari Mekah ke Madinah] tidak memiliki keluarga. Oleh karena itu mereka sangat sedih. Allah Swt telah memerintahkan Rasulullah Saw untuk mewujudkan ikatan yang lebih kuat antara orang Muhajirin dan orang Anshar [para sahabat Nabi di Madinah].

 

 

Rasulullah Saw mengumpulkan orang-orang dan kepada mereka beliau bersabda, “Hai orang-orang! Setiap muslim adalah saudara muslim lainnya. Namun, untuk lebih menguatkan ikatan kalian, setiap orang Anshar harus menerima salah satu dari orang Muhajirin sebagai saudaranya dan harus memperlakukannya seperti saudara hakiki dan harus menolongnya.”

 

Setelah mendengar ucapan ini, seorang lelaki dari Anshar berkata, “Iya. Demi Allah ini adalah perintah yang menyenangkan. Setiap dari kami penduduk Madinah akan memilih salah seorang dari penduduk Mekah sebagai saudara dan kami akan melindunginya dengan jiwa dan harta kami.”

 

Kemudian Rasulullah memilih setiap orang Anshar untuk setiap orang Muhajirin sebagai saudaranya. Para saudara baru saling menunjukkan kasih sayang dan berpelukan.

 

Rasulullah Saw telah memilihkan suadara untuk semua sahabatnya. Hanya Sayidina Ali as yang belum mendapatkan saudara dan berdiri di sebuah sudut dalam kondisi menunduk sedih.

 

Dalam kondisi sedih, Sayidina Ali as mendekati Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah! Anda telah memilihkan saudara untuk semua sahabat Anda. Namun Anda belum memilihkan saudara untuk saya.”

 

Rasulullah Saw sembari memandang Sayidina Ali as dengan penuh kasih sayang, beliau tersenyum dan bersabda, “Hai Ali! Demi Allah! Mengapa aku tidak memilihkan saudara untukmu, karena aku ingin diriku sendiri yang menjadi saudaramu. Engkau adalah saudara dan penggantiku, seperti Harun yang menjadi saudara dan pengganti Musa as. Apakah Engkau tidak suka memiliki saudara seperti aku?”

 

Jelas Sayidina Ali merasa senang dan rela atas pilihan ini. Mereka berdua dalam kondisi tertawa dan saling berpelukan erat.”(IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

 

Sumber: “Sad Pand va Hekayat” Nabi Muhammad Saw.

Add comment


Security code
Refresh