Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 27 Mei 2016 15:23

Khatib Jumat Tehran: Saudi tak Layak Kelola Makkah-Madinah

Khatib Jumat Tehran: Saudi tak Layak Kelola Makkah-Madinah

Khatib Jumat Tehran mengatakan, Arab Saudi tidak punya kelayakan untuk mengelola Haramain Sharifain (Makkah dan Madinah).

 

Ayatullah Sayid Ahmad Khatami, Khatib Jumat Tehran memprotes rezim Al Saud yang terus menghambat proses keberangkatan jamaah haji Iran ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini.

 

Ia menuturkan, Haramain Sharifain (Makkah dan Madinah) harus dikelola oleh sebuah tim yang terdiri dari perwakilan negara-negara Muslim dunia.

 

Ayatullah Khatami menjelaskan bahwa pemerintah Saudi sengaja menghalang-halangi pemberangkatan jamaah haji Iran ke Tanah Suci.

 

"Para pengelola kota suci Makkah dan Madinah tidak boleh melaksanakan kebijakan yang sejalan dengan keinginan kubu imperialis dan rezim Zionis Israel," ujarnya.

 

Khatib Jumat Tehran menegaskan, Iran menuntut pengelolaan ibadah haji yang menjamin keamanan jamaah haji dan mencegah terjadinya penghinaan terhadap mereka.

 

Khatami menambahkan, jamaah haji Iran tidak akan pernah bisa menerima pelaksanaan ibadah haji yang tidak aman dan penuh kehinaan.

 

Ia juga menyinggung konspirasi Amerika Serikat untuk menginfiltrasi Iran dengan cara menciptakan prakondisi terkait hubungan dengan Amerika, menginfiltrasi pusat-pusat pengambilan keputusan, menciptakan dualisme di tengah masyarakat dan merusak sumber-sumber kekuatan di pemerintahan Islam.

 

"Satu-satunya jalan untuk menghadapi seluruh konspirasi itu adalah perlawanan dan resistensi atas kekuatan imperialisme," imbuhnya.

 

Khatib Jumat Tehran menegaskan, di bawah naungan Revolusi Islam Iran, sebagaimana sosialisme-liberalisme Timur yang akhirnya runtuh, tidak lama lagi liberal demokrasi Barat juga akan kalah.

 

Khatami juga memperingatkan soal perang lunak musuh terhadap Iran dan menuturkan, apa yang ingin diraih musuh khususnya imperialis dunia lewat perang yang dipaksanakan selama delapan tahun, sanksi dan propagandanya, juga ingin diperoleh dari perang lunak.

 

Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Khatami menyinggung soal Majelis Khobregan atau Dewan Pakar Kepemimpinan Iran periode kelima.

 

Ia menerangkan, media-media imperialis mengerahkan seluruh kemampuannya untuk merusak Majelis Khobregan, namun dengan terpilihnya Ayatullah Ahmad Jannati sebagai ketua, lembaga ini telah memberikan pukulan telak kepada Amerika dan Inggris.

 

Khatib Jumat Tehran juga menjelaskan tentang peristiwa 14 Khordad, wafatnya Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran.

 

Ia berharap diselenggarakan acara besar untuk memperingati wafatnya Imam Khomeini dan mengatakan, Imam Khomeini adalah seorang pemikir yang berjalan di jalan yang benar sekaligus seorang filsuf ulung. (HS)

Add comment


Security code
Refresh