Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 13 Mei 2016 15:35

Khatib Tehran Minta AS Berhenti Mengancam Iran

Khatib Tehran Minta AS Berhenti Mengancam Iran

Khatib shalat Jumat Tehran, mengatakan ancaman-ancaman Amerika Serikat tidak akan membuat Republik Islam Iran tunduk pada keinginan dan ambisi negara itu.

 

Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani dalam khutbahnya, menyarankan para pejabat Washington untuk tidak mengintimidasi Iran dan mengintervensi urusan negara-negara kawasan.

 

"Keseringan penggunaan retorika ancaman akan mengundang reaksi keras dari Republik Islam Iran," tegasnya.

 

Ayatullah Movahedi Kermani, menilai penyitaan dua miliar dolar aset Iran di AS sebagai contoh nyata dari perampasan terang-terangan kekayaan sebuah bangsa.

 

Menurutnya, langkah itu akan menghilangkan kepercayaan negara-negara lain kepada AS, di mana mereka tidak lagi percaya untuk menitipkan kekayaannya di Amerika.

 

Ayatullah Movahedi Kermani menuturkan bahwa dalam perundingan nuklir, AS dituntut untuk berkomitmen dalam melaksanakan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), tetapi AS melanggar janji dan membuktikan dirinya kepada dunia bahwa mereka tidak dapat dipercaya dan pendusta.

 

Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Movahedi Kermani menyoroti dukungan persenjataan dan finansial oleh beberapa negara Arab dan Barat seperti Arab Saudi dan AS kepada kelompok-kelompok teroris termasuk Daesh.

 

"Kelompok tersebut diupah untuk membantai masyarakat di kawasan termasuk di Irak, Suriah dan Yaman sehingga skenario negara-negara arogan bisa terwujud," tandasnya.

 

Beliau juga menganggap Islamphobia dan Iranphobia sebagai program penting AS dan rezim Zonis Israel, dan mengatakan bahwa AS memanfaatkan Arab Saudi dan beberapa sekutunya di Barat dan Arab demi mencapai tujuan itu.

 

Ayatullah Movahedi Kermani lebih lanjut menyinggung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Internasional Iran ke-33 di kota Tehran, yang dihadiri oleh lebih dari 70 negara dunia.

 

"Partisipasi mereka merupakan sebuah peluang baik bagi Iran dan merupakan kegiatan yang bernilai untuk mengaktualisasikan ajaran al-Quran di tengah masyarakat Muslim," ujarnya. (RM)

Add comment


Security code
Refresh