Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 06 Mei 2016 15:40

Khatib Jumat Tehran: Iran Tak akan Kompromi dengan AS

Khatib Jumat Tehran: Iran Tak akan Kompromi dengan AS

Khatib Shalat Jumat Tehran mengatakan, Republik Islam Iran tidak akan pernah berkompromi dengan Amerika Serikat.

 

"Hari ini, melawan AS adalah sebuah kewajiban, dan sebenarnya adalah melawan penipuan, kebohongan, kekerasan, pemaksaan, teror dan kudeta," kata Hujjatul Islam wal Muslimin Kazem Seddiqi dalam khutbah Jumat kedua di Tehran, ibukota Iran, Jumat (6/5/2016).

 

Ia lebih lanjut mengecam keputusan pengadilan AS yang menyita sekitar dua miliar dolar aset Iran dan tidak komitmennya Gedung Putih dalam melaksanakan JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).

 

"Republik Islam Iran dengan kewenangannya akan mengambil kembali aset-asetnya dari AS," tegasnya.

 

Hujjatul Islam wal Muslimin Seddiqi lebih lanjut menyinggung peringatan Hari Buruh, Hari Guru dan Hari Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran.

 

"Martabat para guru dan buruh harus terjaga sebaik mungkin," ujarnya.

 

Menurutnya, para buruh di Iran telah menjalani ujian dan cobaannya dengan baik.

 

Para buruh Iran, lanjut Seddiqi, ketika dalam kondisi ancaman dan sanksi, di mana banyak pusat produksi tutup dan para buruh kehilangan pekerjaan, namun mereka tetap teguh dengan iman, kesabaran dan semangat revolusi.

 

Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut menjelaskan pentingnya perubahan mendasar di sektor pendidikan supaya mampu menghadapi "cakar-cakar jahat" arogansi dan bisa menangani persoalan di bidang budaya dan moral.

 

Di bagian lain khutbahnya, Hujjatul Islam wal Muslimin Seddiqi menyebut Hari Mab'ast ( hari pengutusan Nabi Muhammad Saw) sebagai hari penyelamatan manusia dan hari melawan kebodohan.

 

Ia menuturkan, Mab'ast menghidupkan kembali semua nilai dan pembasmi semua kezaliman, penganiayaan dan kekerasan. (RA)

 

Add comment


Security code
Refresh