Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 22 April 2016 15:16

Khatib Jumat Tehran: Punya Senjata Atom, AS Justru Cemaskan Rudal Iran

Khatib Jumat Tehran: Punya Senjata Atom, AS Justru Cemaskan Rudal Iran

Khatib Jumat Tehran menilai langkah yang baru-baru ini dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran, adalah pelanggaran tegas terhadap kesepakatan Rencana Aksi Komprehensif Bersama, JCPOA.

 

Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani, dalam khutbah Jumatnya pekan ini di Tehran mereaksi keputusan Dewan Tinggi Amerika terkait aset Iran yang dibekukan di negara itu.

 

Ia menuturkan, langkah ini membuktikan bahwa Amerika tidak pernah memegang komitmen dan sampai kapanpun, kita tidak boleh percaya kepada negara ini.

 

Khatib Jumat Tehran juga menyinggung soal kewajiban berat tim diplomasi Iran dalam perundingan dengan negara-negara Barat, khususnya terkait masalah sanksi.

 

Kepada tim negosiator Iran, ia mengatakan, teruslah berupaya untuk mewujudkan hak-hak bangsa Iran.

 

Terkait kontroversi negara-negara Barat terutama Amerika, soal kemampuan rudal Iran, Ayatullah Kermani menuturkan, Amerika menentang kemampuan rudal Iran yang berdimensi pencegahan dan pertahanan, padahal negara itu memiliki senjata-senjata pemusnah massal paling berbahaya.

 

Khatib Jumat Tehran menerangkan, Iran sampai kapanpun tidak akan pernah tunduk pada tekanan-tekanan Amerika dan dengan berlanjutnya program-program rudal, Iran akan terus melawan segala bentuk ancaman dan sanksi.

 

Soal perundingan terbaru Iran dan Arab Saudi terkait masalah haji, kepada para petugas haji Iran, Ayatullah Kermani mengatakan, keamanan dan kemuliaan jamaah haji Iran di musim haji harus terjaga, dan jamaah haji Iran sampai kapanpun tidak boleh dibiarkan mengalami pelecehan sekecil apapun.

 

Ayatullah Kermani menilai sabotase Saudi dalam masalah haji, dilakukan dalam kerangka tujuan Amerika dan rezim Zionis Israel.

 

"Langkah Saudi itu bertentangan dengan ajaran Islam dan Al Quran, serta tidak akan membawa dampak yang baik bagi rezim Al Saud," imbuhnya.

 

Khatib Jumat Tehran di khutbah pertamanya mengucapkan selamat atas hari kelahiran Imam Ali bin Abi Thalib as dan menyebut beliau sebagai teladan sifat ksatria dan keberanian dalam menghadapi kaum Musyrik dan musuh-musuh Islam. (HS)

Add comment


Security code
Refresh