Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menilai ekonomi perlawanan, budaya dan penanganan kebijakan internal, regional dan global sebagai prioritas Majelis Syura Islam Iran (parlemen).

Minggu, 05 Juni 2016 09:37

Anggota Parlemen Iran Bertemu Rahbar

Anggota parlemen Iran periode kesepuluh hari Minggu (5/6) bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, jalur gerakan dan kemajuan Republik Islam Iran harus dilanjutkan dan pengalaman perundingan nuklir telah membuktikan keharusan untuk tidak percaya kepada Amerika Serikat.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pesannya untuk Majelis Syura Islam Iran (Parlemen) periode kesepuluh, menilai ekonomi perlawanan dan budaya Islam sebagai dua prioritas utama Majelis Syura Islam.

Keluarga Syahid Sayid Mustafa Badreddine, komandan senior Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) bertemu dengan Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menjelaskan identitas dan jalan Revolusi yang ditempuh oleh Majelis Khobregan atau Dewan Pakar Kepemimpinan Iran.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menyatakan, tanggung jawab Dewan Ahli Kepemimpinan adalah menjaga identitas islami dan revolusioner negara secara teliti dan komprehensif.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, Republik Islam selalu memiliki perhatian serius terhadap maslahat dan keamanan Afghanistan dan menilai kemajuan negara ini di semua bidang sebagai kemajuannya sendiri

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, Barat tidak sungguh-sungguh dalam memerangi terorisme, bahkan mereka berperan dalam pembentukan kelompok-kelompok teroris di Afghanistan, Irak dan Suriah.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai perlawanan, ketidakpatuhan kepada musuh dan penjagaan identitas revolusi dan Islam sebagai faktor utama kekuatan rakyat Iran, di mana Amerika Serikat dan kekuatan-kekuatan lainnya sangat marah dengan hal ini.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menilai ekonomi perlawanan, budaya dan penanganan kebijakan internal, regional dan global sebagai prioritas Majelis Syura Islam Iran (parlemen).

Minggu, 05 Juni 2016 09:37

Anggota Parlemen Iran Bertemu Rahbar

Anggota parlemen Iran periode kesepuluh hari Minggu (5/6) bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, jalur gerakan dan kemajuan Republik Islam Iran harus dilanjutkan dan pengalaman perundingan nuklir telah membuktikan keharusan untuk tidak percaya kepada Amerika Serikat.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pesannya untuk Majelis Syura Islam Iran (Parlemen) periode kesepuluh, menilai ekonomi perlawanan dan budaya Islam sebagai dua prioritas utama Majelis Syura Islam.

Keluarga Syahid Sayid Mustafa Badreddine, komandan senior Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) bertemu dengan Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menjelaskan identitas dan jalan Revolusi yang ditempuh oleh Majelis Khobregan atau Dewan Pakar Kepemimpinan Iran.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menyatakan, tanggung jawab Dewan Ahli Kepemimpinan adalah menjaga identitas islami dan revolusioner negara secara teliti dan komprehensif.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, Republik Islam selalu memiliki perhatian serius terhadap maslahat dan keamanan Afghanistan dan menilai kemajuan negara ini di semua bidang sebagai kemajuannya sendiri

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, Barat tidak sungguh-sungguh dalam memerangi terorisme, bahkan mereka berperan dalam pembentukan kelompok-kelompok teroris di Afghanistan, Irak dan Suriah.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai perlawanan, ketidakpatuhan kepada musuh dan penjagaan identitas revolusi dan Islam sebagai faktor utama kekuatan rakyat Iran, di mana Amerika Serikat dan kekuatan-kekuatan lainnya sangat marah dengan hal ini.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menilai ekonomi perlawanan, budaya dan penanganan kebijakan internal, regional dan global sebagai prioritas Majelis Syura Islam Iran (parlemen).

Minggu, 05 Juni 2016 09:37

Anggota Parlemen Iran Bertemu Rahbar

Anggota parlemen Iran periode kesepuluh hari Minggu (5/6) bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, jalur gerakan dan kemajuan Republik Islam Iran harus dilanjutkan dan pengalaman perundingan nuklir telah membuktikan keharusan untuk tidak percaya kepada Amerika Serikat.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pesannya untuk Majelis Syura Islam Iran (Parlemen) periode kesepuluh, menilai ekonomi perlawanan dan budaya Islam sebagai dua prioritas utama Majelis Syura Islam.

Keluarga Syahid Sayid Mustafa Badreddine, komandan senior Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) bertemu dengan Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menjelaskan identitas dan jalan Revolusi yang ditempuh oleh Majelis Khobregan atau Dewan Pakar Kepemimpinan Iran.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menyatakan, tanggung jawab Dewan Ahli Kepemimpinan adalah menjaga identitas islami dan revolusioner negara secara teliti dan komprehensif.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, Republik Islam selalu memiliki perhatian serius terhadap maslahat dan keamanan Afghanistan dan menilai kemajuan negara ini di semua bidang sebagai kemajuannya sendiri

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, Barat tidak sungguh-sungguh dalam memerangi terorisme, bahkan mereka berperan dalam pembentukan kelompok-kelompok teroris di Afghanistan, Irak dan Suriah.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai perlawanan, ketidakpatuhan kepada musuh dan penjagaan identitas revolusi dan Islam sebagai faktor utama kekuatan rakyat Iran, di mana Amerika Serikat dan kekuatan-kekuatan lainnya sangat marah dengan hal ini.