Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 05 Juni 2016 16:14

Rahbar: Proyek AS di Kawasan Selalu Digagalkan Iran

Rahbar: Proyek AS di Kawasan Selalu Digagalkan Iran

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menilai ekonomi perlawanan, budaya dan penanganan kebijakan internal, regional dan global sebagai prioritas Majelis Syura Islam Iran (parlemen).

 

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Ahad (5/6) bertemu dengan Ketua dan jajaran anggota Parlemen Iran periode ke-10 dan menekankan urgensi menjaga kekuatan dan posisi Majelis Syura Islam Iran.

 

Ia mengatakan, Parlemen harus menciptakan ketenangan di tengah masyarakat dan bersikap revolusioner dalam menetapkan undang-undang, juga menunjukkan reaksi atas sikap permusuhan Amerika Serikat dan melawan kebijakan-kebijakan kubu imperialis.

 

Rahbar menambahkan, anggota Parlemen harus memainkan peran signifikan untuk merealisasikan ekonomi perlawanan, pasalnya mereka dapat memposisikan langkah-langkah ekonomi pemerintah di jalur ekonomi perlawanan dan meminta pertanggung jawaban pemerintah.

 

Ayatullah Khamenei juga menyinggung sikap permusuhan pemerintah dan Kongres Amerika.

 

Ia menjelaskan, kita harus menghadapi kesombongan musuh, memberikan balasan tegas dan membungkam mulut mereka, karena musuh di arena politik bertindak berdasarkan reaksi yang muncul, dan jika merasa lawannya reaksioner dan mudah mundur, maka mereka akan terus maju dan semakin arogan.

 

Ayatullah Khamenei menjelaskan peran musuh di kawasan dan menuturkan, musuh punya rencana yang jelas bagi kawasan penting dan sensitif Asia Barat. Musuh berusaha mematahkan kebijakan-kebijakan Iran yang selalu menghambat terlaksananya konspirasi mereka.

 

Rahbar menegaskan, partisipasi aktif Islam dan Muslimin, sumber-sumber berlimpah minyak dan jalur air dan rezim Zionis Israel, membuat wilayah Asia Barat penting bagi musuh.

 

Rencana mereka untuk kawasan ini adalah apa yang beberapa tahun lalu disebutnya sebagai "Timur Tengah baru" dan "Timur Tengah besar".

 

Rahbar juga mengatakan bahwa rencana Amerika di kawasan termasuk Irak, Suriah, Lebanon dan Palestina, gagal karena perlawanan Iran.

 

"Politik hegemonik harus dilawan dan wajah asli kubu imperialis harus dibuka," pungkasnya. (HS)

Add comment