Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 03 Juni 2016 15:51

Pidato Rahbar di Acara Haul Imam Khomeini ra Ke-27

Pidato Rahbar di Acara Haul Imam Khomeini ra Ke-27

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, jalur gerakan dan kemajuan Republik Islam Iran harus dilanjutkan dan pengalaman perundingan nuklir telah membuktikan keharusan untuk tidak percaya kepada Amerika Serikat.

 

Ayatullah al-Uzdma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di peringatan haul Imam Khomeini ra yang digelar di Kompleks Makam Pendiri Republik Islam Iran ini di pinggiran kota Tehran, ibukota Iran, Jumat (3/6/2016).

 

Acara Haul Imam Khomeini ke-27 dihadiri oleh jutaan pecinta beliau dari berbagai lapisan masyarakat Iran, pejabat negara, pejabat militer dan duta-duta besar serta perwakilan dari negara-negara asing.

 

Ayatullah Khamenei mengatakan, siapapun orang yang begerak ke arah Islam namun ia percaya kepada AS, maka ia telah melakukan kesalahan besar, dan sebagian besar permusuhan berasal dari AS dan Inggris.

 

Rahbar menyebut Imam Khomeini sebagai seorang Mukmin dan revolusioner dan menekankan bahwa melanjutkan jalur revolusi beliau adalah satu-satunya cara untuk mencapai kemajuan dan mewujudkan tujuan-tujuan rakyat dan pemerintah.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam lebih lanjut menyinggung keluarnya Iran dari kontrol kekuatan-kekuatan dunia dan berubah menjadi model yang menginspirasi semua rakyat.

 

Ayatullah Khamenei menjelaskan, hal yang mendasar adalah Imam Khomeini ra telah menyelamatkan negara dari berbagai "lumpur" termasuk lumpur ketergantungan, korupsi politik, kerusakan moral, kehinaan internasional dan keterbelakangan ilmiah, ekonomi dan teknologi.

 

Imam Khomeini ra, lanjut Rahbar, juga telah menciptakan perubahan besar di jalur pergerakan negara dan rakyat Iran.

 

Menurutnya, Imam Khomeini ra telah mengubah rel gerak negara ke arah tujuan-tujuan besar yaitu "kedaulatan agama Allah (Swt)."

 

Rahbar menjelaskan, kedaulatan agama meliputi terwujudnya keadilan sosial yang sejati, pemberantasan kemiskinan dan kebodohan, pemberantasan penindasan dan kerusakan sosial, tercapainya kemajuan ilmiah negara, terjaminnya martabat dan identitas nasional, kekuatan internasional dan pengaktifan semua kapasitas negara.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam menilai Revolusi Islam sebagai modal istimewa dan unik bagi rakyat dan negara.

 

Ayatullah Khamenei menuturkan, untuk mencapai revolusi telah dikorbankan "biaya besar," namun di samping biaya-biaya besar ini, terdapat banyak manfaat dan keuntungan.

 

Di bagian lain pidatonya Ayatullah Khamenei menyinggung kuatnya Revolusi Islam meski telah berlalu selama 37 tahun.

 

Rahbar menilai Ekonomi Muqawama (Ekonomi Perlawanan) sebagai satu-satunya cara untuk merealisasikan kemandirian ekonomi.

 

Untungnya, lanjut Rahbar, pemerintah –berdasarkan laporan yang diberikan– telah memulai langkah-langkah di tahun "Ekonomi Muqawama, Aksi dan Tindakan" dan jika dengan kekuatan ini bergerak maju, tentunya rakyat akan melihat hasilnya.

 

"Ekonomi Muqawama harus menjadi pertimbangan serius di semua keputusan besar dan semua pekerjaan termasuk kontrak dengan negara-negara lain," tegasnya.

 

Ayatullah Khamenei lebih lanjut menyebut kelanjutan bantuan langsung AS kepada negara yang menginvasi Yaman sebagai bentuk keterlibatan Washington dalam pemboman dan pembunuhan warga tak berdosa.

 

Beliau menuturkan, berdasarkan ajaran Islam, kita tidak boleh diam terhadap kejahatan-kejahatan tersebut.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam juga menyebut rezim Zionis Israel sebagai musuh lain bangsa Iran yang berada dalam satu barisan dengan AS dan Inggris.

 

"Kita harus peka terhadap musuh dan berhati-hati dalam setiap usulan mereka termasuk terhadap setiap proposal politik dan ekonomi," ujarnya.

 

Menurut Rahbar, jika kepekaan ini ada maka akan disusul dengan ketidakpatuhan kepada musuh, dan ini adalah "jihad besar." (RA)

 

Add comment


Security code
Refresh