Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Sabtu, 28 Mei 2016 15:15

Pesan Rahbar untuk Majelis Syura Islam Iran Periode Ke-10

Pesan Rahbar untuk Majelis Syura Islam Iran Periode Ke-10

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pesannya untuk Majelis Syura Islam Iran (Parlemen) periode kesepuluh, menilai ekonomi perlawanan dan budaya Islam sebagai dua prioritas utama Majelis Syura Islam.

 

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Sabtu (28/5) menyampaikan pesan di acara seremonial dimulainya masa tugas Majelis Syura Islam Iran periode kesepuluh.

 

Rahbar dalam pesannya mengapresiasi heroisme yang diciptakan masyarakat dengan kehadiran luasnya di pemilu Majelis Syura Islam Iran (parlemen) dan Majelis Khobregan (Dewan Ahli Kepemimpinan Iran).

 

Ayatullah Khamenei memberikan sejumlah nasihat, di antaranya upaya mewujudkan ekonomi perlawanan dan memperluas serta memperdalam budaya Islam, tidak menyibukkan diri dengan masalah-masalah sekunder dan tidak mendahulukan motif pribadi di atas kepentingan umum.

 

Kepada anggota Majelis Syura Islam Iran periode kesepuluh, ia menegaskan, kewajiban revolusioner dan konstitusional anda adalah menjadikan lembaga ini sebagai benteng kokoh dalam menghadapi trik dan arogansi kubu imperialis serta tempat sandaran kuat bagi rakyat dan revolusi.

 

Rahbar mengatakan, rakyat Iran, dengan kehadiran luasnya di pemilu parlemen, kembali memperbaharui baiat lamanya kepada pemerintahan Republik Islam dan menjawab sikap musuh dengan bahasa lantang ini.

 

Ayatullah Khamenei menjelaskan, situasi berkecamuk di kawasan dan dunia, serta petualangan global kubu penjajah dan sekutu-sekutunya, menghadapkan Iran dengan kondisi yang lebih rumit ketimbang sebelumnya.

 

Menurutnya, untuk mengatasi kondisi ini, Iran membutuhkan kecerdasan dan tekad baja serta dimilikinya kepeloporan oleh semua pejabat.

 

Ayatullah Khamenei juga menekankan urgensi mewujudkan ekonomi perlawanan dengan seluruh prasyarat pastinya, dan upaya serius untuk memperluas serta memperdalam budaya Islam.

 

"Prioritas-prioritas penting lain di sejumlah bidang berbeda, terkait dengan kekuatan nasional dan kokohnya keamanan serta stabilitas negara yang menjamin terciptanya keadilan sosial, independensi dan kemajuan negara, dan mengenal prioritas-prioritas ini termasuk kewajiban anggota Parlemen Iran," pungkasnya. (HS)

Add comment


Security code
Refresh