Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Kamis, 26 Mei 2016 16:09

Rahbar: Cita-cita Revolusi Terwujud Jika Kita tidak Tunduk pada Musuh

Rahbar: Cita-cita Revolusi Terwujud Jika Kita tidak Tunduk pada Musuh

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menjelaskan identitas dan jalan Revolusi yang ditempuh oleh Majelis Khobregan atau Dewan Pakar Kepemimpinan Iran.

 

Rahbar mengatakan, satu-satunya jalan untuk menjaga kontinuitas dan kemajuan pemerintahan, serta untuk mewujudkan cita-cita revolusi, adalah "kekuatan riil negara" dan "jihad akbar", yaitu tidak berbaiat kepada musuh.

 

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Kamis (26/5) dalam pertemuan dengan Ketua dan para wakil terpilih rakyat Iran di Majelis Khobragan periode kelima, menyebut lembaga ini sebagai sebuah entitas yang benar-benar agung.

 

Ia juga bersyukur kepada Allah Swt atas terselenggaranya pemilu yang baik, mendapat sambutan luas dari masyarakat dan terbentuknya Majelis Khobregan yang berbobot dan terhormat.

 

Rahbar menambahkan, Majelis Khobregan adalah karunia Tuhan, bahkan jika kita mengesampingkan tugas-tugasnya dalam konstitusi, terbentuknya sebuah majelis yang terpilih dan dipercaya rakyat, dari kalangan ulama dan pakar agama serta ilmuwan, sudah sangat penting.

 

"Lembaga terkemuka dan unggul ini memiliki kapasitas besar untuk pertukaran pandangan, koordinasi dan melakukan aktivitas-aktivitas berpengaruh," ujarnya.

 

Ayatullah Khamenei juga menyinggung soal hubungan ulama-ulama anggota Majelis Khobregan dengan berbagai lapisan masyarakat di seluruh penjuru Iran, serta kemampuan mereka mempengaruhi opini publik.

 

Ia menuturkan, lembaga ini tidak boleh pasif sampai tibanya waktu yang ditetapkan untuk menjalankan kewajiban sesuai amanat konstitusi.

 

Rahbar menyebut pembahasan berbagai masalah, konsentrasi pada masalah-masalah tertentu, pengumumkan sikap dan tuntutan, juga membentuk wacana dan tuntutan publik, sebagai kapasitas yang dimiliki Majelis Khobregan.

 

Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa jalan dan tujuan Majelis Khobregan harus selaras dengan jalan dan tujuan Revolusi Islam Iran.

 

"Pemerintahan Islam, kebebasan, independensi, keadilan sosial, kesejahteraan rakyat, memberantas kemiskinan dan kebodohan, mengikis kerusakan-kerusakan moral, ekonomi, sosial dan politik Barat, serta melawan dominasi kubu imperialis, adalah tujuan terpenting Revolusi Islam Iran," paparnya.

 

Menurut Rahbar, nafsu dominasi adalah esensi kubu imperialis. Kubu imperialis, katanya, pada hakikatnya berusaha memperluas dominasinya, dan menyandera bangsa-bangsa dunia serta negara yang melakukan perlawanan.

 

Ayatullah Khamenei melanjutkan, Islam, tidak diragukan, adalah kekuatan yang akan memusnahkan penindasan dan imperialisme.

 

"Islam yang dapat berdiri melawan dan memusnahkan kubu arogan dunia dan front imperialis itu, berbentuk sebuah sistem pemerintahan yang tegak dan memiliki kekuatan militer, politik, ekonomi, budaya dan media," imbuhnya.

 

Rahbar, kepada anggota terpilih Majelis Khobregan periode kelima menegaskan, tidak boleh stagnan, prinsip progresif dan kemajuan untuk mencapai tujuan-tujuan Islam dan revolusi harus selalu diperhatikan secara serius. (HS)

Add comment


Security code
Refresh