Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Selasa, 24 Mei 2016 01:27

Ayatullah Khamenei: Barat Tidak Serius Perangi Terorisme

Ayatullah Khamenei: Barat Tidak Serius Perangi Terorisme

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, Barat tidak sungguh-sungguh dalam memerangi terorisme, bahkan mereka berperan dalam pembentukan kelompok-kelompok teroris di Afghanistan, Irak dan Suriah.

 

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pertemuannya dengan Narendra Modi, Perdana Menteri India di Tehran, ibukota Iran, Senin (23/5/2016) sore.

 

Rahbar menambahkan, masalah pemberantasan terorisme yang sayangnya muncul atas nama Islam harus diserahkan kepada umat Islam dan negara-negara Islam, namun tentu saja negara-negara Islam yang tidak tunduk kepada kebijakan Amerika Serikat dan Barat. Sebab, negara-negara ini tidak serius untuk memberantas terorisme.

 

"Republik Islam Iran serius dalam memberantas terorisme dan akan menggunakan semua fasilitasnya untuk memerangi fenomena ini," tegasnya.

 

Ayatullah Khamenei lebih lanjut menyinggung organisasi dan kelompok teroris yang merekrut anggota di negara-negara Muslim dengan cara memanfaatkan beberapa masalah dan kelemahan dalam masyarakat Muslim di negara-negara itu. Oleh karena itu, negara-negara Muslim harus menghapus kelemahan tersebut.

 

Rahbar menilai terorisme sebagai penyakit menular dan berbahaya. Beliau mengatakan, seperti halnya segala penyakit menular ada kemungkinan untuk bisa ditangani, maka terorisme juga dapat diatasi.

 

Di bagian lain pernyataannya, Rahbar menyinggung kerjasama antara Iran dan India di berbagai bidang. Beliau menilai minyak dan gas, pemberantasan terorisme dan pengembangan kawasan Chabahar sebagai dasar kerjasama luas dan bermanfaat bagi kedua negara.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung kebijakan tepat pemerintah India yang tidak bergabung dengan apa yang disebut sebagai koalisi anti-terorisme yang dipimpin oleh AS dan Barat.

 

"Pemberantasan nyata dan serius terhadap terorisme bisa menjadi salah satu dasar lain bagi kerjasama antara Republik Islam Iran dan India," pungkasnya.

 

Sementara itu, PM India membenarkan ucapan Rahbar terkait ancaman serius terorisme dan pentingnya untuk memberantas fenomena buruk ini dengan serius.

 

"Sayangnya sejumlah negara telah membagi terorisme menjadi baik dan buruk, dan mereka hanya berbicara (tanpa tindakan) tentang pemberantasan terorisme," kata Modi.

 

PM India menegaskan, Islam adalah agama cinta dan tidak ada kaitannya dengan terorisme.

 

"India beberapa tahun lalu telah mengusulkan penyelenggaraan konferensi internasional untuk pemberantasan terorisme dengan partisipasi negara-negara Islam, namun usulan ini ditolak oleh sejumlah negara Barat," jelasnya.

 

Modi menambahkan, negara-negara yang serius untuk memerangi terorisme harus bersatu dan menjalin kerjasama erat.

 

PM India yang memimpin sebuah delegasi tingkat tinggi politik, ekonomi dan budaya tiba di Iran pada Minggu sore. Dalam kunjungan ini ditandatangani beberapa dokumen kerjasama antara Tehran dan New Delhi di sektor ekonomi, investasi, perdagangan, transportasi, pengembangan pelabuhan-pelabuhan, sains dan akademik. (RA)

 

Add comment


Security code
Refresh