Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Rabu, 18 Mei 2016 16:25

Rahbar: Al Quran, Poros Persatuan Umat Islam

Rahbar: Al Quran, Poros Persatuan Umat Islam

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pertemuannya dengan para peserta MTQ internasional menilai Al Quran sebagai poros persatuan umat Islam.

 

Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, pada situasi ketika tujuan imperialis adalah menciptakan konflik dan perang di antara Muslimin, maka umat Islam harus berpegang pada nikmat Ilahi ini (Al Quran) di jalan persatuan.

 

Rahbar, Rabu (18/5) di hadapan para peserta MTQ internasional Tehran ke-33 menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah thogut dan setan besar.

 

"Hari ini kewajiban terpenting para ulama, intelektual dan kalangan terpelajar adalah memberi pencerahan terkait penipuan-penipuan yang dilakukan musuh, dan umat Islam juga jangan sampai termakan janji-janji kubu adidaya dunia dan berani melawan ancaman-ancaman mereka," ujarnya.

 

Ayatullah Khamenei menganggap Al Quran sebagai poros persatuan umat Islam dan menuturkan, di saat kebijakan-kebijakan kubu imperialis dipusatkan untuk menciptakan konflik dan perang di antara Muslimin, umat Islam harus berpegang pada nikmat agung Ilahi ini di jalan persatuan dan bergerak bersama.

 

Rahbar juga menyinggung soal upaya luas kubu adidaya dunia untuk menyerang Islam dan Muslimin.

 

"Mereka tahu jika Muslimin kuat, maka mereka tidak bisa menindas bangsa-bangsa dunia dan masalah Palestina sebagai bentuk penjajahan sebuah negara Islam, tidak akan pernah terlupakan," kata Ayatullah Khamenei.

 

Pada saat yang sama, Rahbar menilai keimanan dan resistensi rakyat Iran serta pelawanan mereka terhadap arogansi Amerika Serikat sebagai faktor asli kekuatan Republik Islam Iran.

 

Ia menegaskan, alasan ketakutan kubu adidaya dunia atas rakyat Iran dan dilakukannya berbagai konspirasi terhadap bangsa ini, adalah kekuatan berlandaskan Islam, dan musuh takut pada Islam yang kuat.

 

Ayatullah Khamenei menganggap kemunculan kelompok-kelompok teroris Takfiri di kawasan, dan diciptakannya perang dan konflik di antara umat Islam sebagai bentuk perang proxy musuh, adalah akibat dari ketersesatan dan tidak adanya pencerahan.

 

"Tidak diragukan, 'front kufur' pada akhirnya akan terpaksa mundur dalam menghadapi front Islam pejuang dan mujahid," pungkasnya. (HS)

Add comment


Security code
Refresh