Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Kamis, 05 Mei 2016 16:00

Rahbar: Melawan Arus Kebodohan, Tugas Utama Umat Islam

Rahbar: Melawan Arus Kebodohan, Tugas Utama Umat Islam

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai perlawanan terhadap arus kebodohan yang dipimpin oleh Amerika Serikat sebagai tugas terpenting umat Islam.

 

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pertemuannya dengan para pejabat pemerintah, duta-duta besar untuk Iran dari berbagai negara Islam dan keluarga para syuhada, bertepatan dengan peringatan Bi'tsah Nabi Agung Muhammad Saw, di Tehran, Kamis (5/5/2016).

 

Rahbar menuturkan, Republik Islam Iran –sebagai pelopor "gerakan Bi'tsah" di jalan di mana Imam Khomeini (ra) sebagai pemrakarsanya– akan melanjutkan gerakannya tanpa harus takut dengan kekuatan-kekuatan dunia.

 

Ayatullah Khamenei lebih lanjut mengucapkan selamat atas hari Bi'tsah Rasulullah Saw kepada umat Islam dan bangsa besar Iran.

 

Beliau mengatakan, Mab'ast adalah hari kebangkitan dan hari untuk kembali kepada fitrah Ilahi dan kehidupan dengan "rasionalitas, kebebasan, keadilan dan ketaatan kepada Allah Swt."

 

Tugas para nabi, lanjut Ayatulah Khamenei, adalah memberikan petunjuk kepada manusia kepada fitrah yang suci dan berpikir dalam konteks perintah dan petunjuk Allah Swt serta tauhid.

 

Di bagian lain pidatonya, Rahbar menyinggung kebutuhan konstan manusia kepada ajaran-ajaran Bi'tsah Rasulullah Saw dan menilai kebodohan sebagai front yang berseberangan dengan Bi'tsah.

 

Kebodohan, kata Ayatullah Khamenei, tidak hanya terbatas di masa pengutusan Nabi Muhammad Saw, namun merupakan front yang berlanjut dan berseberangan dengan pemikiran yang telah diarahkan oleh para nabi, di mana hari ini juga muncul dengan skema dan model baru melalui pemanfaatan sains dan teknologi.

 

Rahbar menggambarkan Republik Islam sebagai "terdepan" dalam memerangi "arus kebodohan yang dipimpin oleh AS." Beliau mengatakan, tugas paling penting bagi negara-negara Muslim adalah bergabung dalam kampanye ini.

 

Menurut Ayatullah Khamenei, gerakan Zionis yang berkuasa di dunia merupakan contoh nyata dari pembangunan sistem setan.

 

"Kondisi dunia sekarang adalah hasil dari kekuasaan jaringan luas kapitalis Zionis, bahkan jaringan ini mendominasi pemerintah seperti Amerika Serikat dan memiliki pengaruh, di mana berkuasanya gerakan-gerakan dan partai tergantung pada kepatuhan kepada gerakan Zionis ini," jelasnya.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai perlawanan terhadap gerakan jahat Zionis sebagai akar utama dari munculnya gerakan-gerakan besar umat Islam dan bangsa Iran serta kebangkitan Islam.

 

Atas dasar ini, lanjut Ayatullah Khamenei, Islamphobia, Iranphobia dan Syiahphobia menjadi kebijakan utama dan kebijakan mutlak AS dan sekutunya.

 

Rahbar menganggap kewaspadaan, kebangkitan bangsa Iran dan bangsa-bangsa Muslim untuk menghadapi gerakan jahat kekuatan-kekuatan dunia sebagai penyebab utama kemarahan mereka.

 

"Republik Islam Iran diancam akan disanksi disebabkan penentangannya terhadap kebijakan-kebijakan AS di kawasan. Mereka menilai Republik Islam sebagai penghalang kebijakan-kebijakan arogannya di kawasan," tuturnya.

 

Ayatullah Khamenei menegaskan, Iran tidak pernah memulai perang dan menggelar militer terhadap negara manapun, namun negara ini telah mengumumkan posisinya dengan suara tegas dan akan mengumumkannya kembali. (RA)

 

 

Add comment


Security code
Refresh