Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Senin, 02 Mei 2016 16:30

Rahbar: Kekuatan Hegemoni Global Ingin Rusak Generasi Muda Iran

Rahbar: Kekuatan Hegemoni Global Ingin Rusak Generasi Muda Iran

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menekankan pendidikan generasi masa depan Iran yang memiliki identitas independen dan kemuliaan agama.

 

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Rahbar, Senin (2/5) bertemu dengan ribuan guru dari seluruh penjuru Iran dan menilai upaya mendidik generasi masa depan Iran yang memiliki identitas independen dan kemuliaan agama, sebagai kewajiban besar Kementerian Pendidikan dan para guru.

 

Ia menegaskan, jika sebuah masyarakat terbentuk atas dasar karakteristik-karakteristik semacam ini, pasti konsep ekonomi perlawanan dan non-minyak, budaya independen, reformasi pola konsumsi dan semangat perlawanan dalam menghadapi kekukatan arogan, akan menemukan maknanya.

 

Ayatullah Khamenei juga menekankan bahwa pendidikan generasi masa depan Iran akan berhadapan dengan lawan yang bernama "sistem hegemoni global".

 

Ia menuturkan, mungkin saja sebagian pihak terkejut, apa hubungannya pendidikan dengan "sistem hegemoni global", padahal realitasnya, sistem hegemoni sudah menyusun rencana untuk generasi muda setiap bangsa dunia khususnya Iran.

 

Rahbar menilai Amerika Serikat, kaum pemilik modal Zionis dan sejumlah negara imperialis, sebagai simbol "sistem hegemoni global".

 

"Kubu imperialis ingin menjadikan generasi masa depan negara-negara dunia, sebagai generasi yang memiliki pemikiran, budaya, visi dan selera yang diinginkannya, dan pada akhirnya kaum intelektual, politisi dan orang-orang yang terpengaruh pemikiran tersebut akan mengamalkan seperti yang mereka inginkan," papar Rahbar.

 

Ayatullah Khamenei juga menyinggung lamanya program budaya yang dilakukan kubu imperialis ini.

 

Ia menerangkan, para pemikir Barat berulang kali mengatakan bahwa daripada melakukan penaklukkan atas negara-negara dunia seperti abad-19, metode yang lebih baik dan lebih murah adalah menyuntikkan pemikiran dan budaya Barat kepada generasi muda negara-negara dunia dan mendidik kalangan terpelajar, sehingga berperilaku layaknya tentara bagi kekuatan hegemoni.

 

Rahbar menganggap beberapa negara kawasan sebagai contoh nyata dari program imperialis ini.

 

"Negara-negara ini melakukan pekerjaan yang diinginkan Amerika, bahkan menanggung seluruh biayanya dan sama sekali tidak mendapat kompensasi apapun. Sebagai imbalannya mereka hanya mendapat penjagaan dari Amerika dan mencegah kejatuhannya," imbuh Rahbar.

 

Ayatullah Khamenei di bagian lain pidatonya menyinggung proyek Kongres Amerika terhadap manuver-manuver militer laut yang digelar Iran.

 

Ia menjelaskan, hari ini musuh menyampaikan kata-kata yang lebih besar dari mulut mereka sendiri. Sebagai contoh, mereka merencanakan agar Iran dilarang melakukan manuver militer di Teluk Persia, padahal ini hanya omong kosong.

 

Rahbar menganggap lenggeng dan semakin kuatnya Republik Islam Iran sebagai bukti kekalahan musuh.

 

"Kita harus mempersiapkan diri sedemikian rupa sehingga musuh selalu merasa takut," pungkasnya. (HS)

Add comment


Security code
Refresh