Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Senin, 06 Juni 2016 01:52

Ohadi: Saudi Harus Tebus Mahal Atas Penolakan Hujjaj Iran

Ohadi: Saudi Harus Tebus Mahal Atas Penolakan Hujjaj Iran

Ketua Lembaga Haji dan Ziarah Iran, Saeed Ohadi, menekankan pentingnya upaya Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk merevisi struktur manajemen haji dengan tujuan mencegah perilaku diskriminatif yang dibarengi dengan kekerasan oleh rezim Al-Saud.

Ohadi dalam wawancaranya dengan IRIB External Service, Ahad (5/6), mengatakan, pembenahan struktur manajemen haji merupakan tuntutan penting negara-negara Islam, karena banyak negara menyaksikan perilaku tidak patut oleh para pejabat dan petugas Saudi pada pelaksanaan musim haji.

 

Seraya menjelaskan bahwa Masjidul Haram dan Masjid Nabawi adalah milik seluruh umat Islam dunia, Ohadi mengatakan, perilaku Arab Saudi terhadap para jemaah haji asal Iran, menuai reaksi para ulama dan marji' taqlid. Dan bahwa tidak adanya keamanan dan penghormatan terhadap para jemaah haji asal Iran, merupakan di antara alasan penolakan persyaratan yang ditetapkan pihak Saudi terkait pengiriman hujjaj Iran tahun ini.

 

Menurutnya, Arab Saudi adalah penyebab utama kegagalan para calon hujjaj Iran untuk melaksanakan kewajiban haji tahun ini.

 

"Arab Saudi harus menebus mahal atas diskriminasi dan sikap standar ganda dalam penerimaan [hujjaj] negara-negara serta penolakan hujjaj asal Iran ini," tandasnya.

 

Seraya mengkritik ketidakpedulian Kementerian Luar Negeri Arab Saudi terkait pernyataan menyimpang khatib Mekkah soal mubahnya darah orang-orang Syiah, Ohadi juga mengecam sikap politik para pejabat Saudi dalam masalah pelaksanaan haji. (MZ)

Add comment


Security code
Refresh