Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 05 Juni 2016 12:05

Iran di Garda Depan Perangi Teroris

Iran di Garda Depan Perangi Teroris
Juru bicara kementerian luar negeri Iran mengatakan, ketika sekutu AS di kawasan mendukung ISIS dan kelompok teroris lainnya dengan berbagai cara, Iran justru berada di garda depan dalam memerangi teroris di Irak dan Suriah.

Kantor pusat diplomasi media kementerian luar negeri Iran melaporkan, Sadegh Hossein Jaber Ansari, Jubir kemenlu Iran Sabtu sore (4/6) mengatakan, Iran sesuai dengan prinsip politiknya, sejak dulu senantias menegaskan kesiapan untuk bekerja sama dengan negara lain dan organisasi internasional dalam menghadapi terorisme secara serius di berbagai bidang.

Jaber Ansari dalam statemennya menyinggung laporan tahunan kementerian luar negeri AS.

"Pada saat sejumlah negara dunia serta sebagian politikus AS dan Eropa menjadi pendukung utama terorisme, atau paling tidak pemerintah AS menjadi sekutu dekatnya; dengan mempertimbangkan tudingan terorisme terhadap Iran, maka laporan tahunan terbaru kementerian luar negeri AS mengenai terorisme, menjadikan realitas yang begitu jelas sebagai lelucon belaka. Masalah ini menjadi dokumen terbaik yang menunjukkan rendahnya kredibilitas laporan kemenlu AS," ujar Jubir Kemenlu Iran.

"Perlawanan legal dan sesuai aturan internasional demi mencapai kemerdekaan dan kebebasan serta melepaskan dari cengkeram imperialisme bukan manifestasi terorisme. Dan sebagian dari tudingan dalam laporan tahunan kemenlu AS terhadap Iran berpijak dari sini, yang tertolak, dan mencerminkan kepentingan rezim Zionis sebagai simbol terbesar rezim agresor, terorisme pemerintah, pelanggar hak asasi manusia dan politik yang berpijak pada pembantaian serta represi, maupun penolakan terhadap eksistensi bangsa Palestina, " ujar juru bicara jawatan diplomasi Iran.

Jaber Ansari menilai standar ganda dan propaganda AS mengenai terorisme merupakan salah satu faktor utama pemicu pertumbuhan terorisme di kawasan dan dunia.

"Penggunaan terorisme oleh AS dan sikap menutup mata mereka terhadap kejahatan kelompok teroris terhadap warga sipil mempersulit pemberantasan terorisme di seluruh dunia," tegasnya. (PH)

Add comment


Security code
Refresh