Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 03 Juni 2016 01:09

Pidato Presiden Iran pada Acara Haul Imam Khomeini ra

Pidato Presiden Iran pada Acara Haul Imam Khomeini ra

Presiden Hassan Rouhani, menilai Revolusi Islam, Republik Islam dan Wilayatul Faqih sebagai tiga warisan bersejarah Imam Khomeini ra untuk bangsa Iran.

 

Ia menyampaikan hal itu dalam pidatonya pada peringatan haul Imam Khomeini ra yang digelar di Kompleks Makam Bapak Pendiri Republik Islam Iran ini di pinggiran kota Tehran, Kamis (2/6/2016) malam.

 

"Bangsa Iran bersatu, solid dan gigih dalam membela keutuhan ketiga warisan itu dan menjaga cita-cita dan tujuan beliau," ujar Rouhani seperti dilaporkan situs resmi Presiden Iran.

 

Berbicara tentang Republik Islam sebagai peninggalan Imam ra, Rouhani menjelaskan, Imam Khomeini di samping revolusi, telah merancang sistem Republik Islam di mana bisa menjadi contoh yang sukses bagi negara-negara lain dan Dunia Islam.

 

Berkenaan dengan Wilayatul Faqih, ia mengatakan bahwa dengan perencanaan dan langkah-langkah pendahuluan Imam Khomeini, Dewan Ahli Kepemimpinan mampu memilih Ayatullah Sayid Ali Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam dalam waktu yang singkat dan membuat rakyat bersyukur dalam situasi sulit itu.

 

"Berkat arahan dan bimbingan Ayatullah Khamenei, semua lembaga tertinggi negara dapat bersama dan bersatu padu dan tidak ada jarak antara mereka dan Wali Faqih," tambahnya.

 

Para musuh, tegas Rouhani, akan mengubur mimpinya untuk menciptakan jarak antara lembaga-lembaga tertinggi negara dan Wali Faqih.

 

Pada kesempatan itu, Rouhani mengenang kembali perjuangan Imam Khomeini dan mengatakan, kehadiran luar biasa masyarakat di samping makam beliau menunjukkan ikatan yang kuat antara imam dan umat, dan sepanjang 27 tahun dari wafat imam, kecintaan dan ketaatan rakyat pada jalan beliau semakin besar dari waktu ke waktu.

 

"Imam Khomeini ra bangkit dan melawan semua kekuatan arogan dunia ketika era kegelapan dan represi sedang terjadi di Iran, di mana para penguasa tidak terlihat menghormati ayat-ayat al-Quran, nilai-nilai moral dan budaya Islam, mereka juga tidak mendengar tuntutan dan suara rakyat," terangnya.

 

Rouhani lebih lanjut menganggap tugas menjelaskan realitas revolusi kepada dunia menjadi tanggung jawab semua warga. Ia menambahkan, "Jangan membiarkan Zionis dan kekuatan arogan membentuk opini publik dunia dan memperkenalkan bangsa Iran, Revolusi Islam dan Republik Islam kepada orang lain dengan kebohongan dan dusta."

 

Bangsa Iran, ujarnya, dengan bimbingan Ayatullah Khamenei dalam dua tahun terakhir, mempertontonkan kekuatan politiknya kepada dunia dan membuktikan diri bahwa mereka akan membela hak-haknya dengan tekad nasional, iman, perlawanan, bahasa diplomasi dan logika.

 

"Iran mampu menjauhkan bayang-bayang buruk perang dari rakyatnya dan memperoleh pengakuan internasional atas hak-hak nuklir bangsanya," tandas Rouhani. (RM)

Add comment


Security code
Refresh