Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 03 Juni 2016 00:02

Menlu Iran Kritik Politisasi Isu HAM

Menlu Iran Kritik Politisasi Isu HAM

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, menilai politisasi isu hak asasi manusia sebagai musuh terburuk bagi HAM itu sendiri.

 

Ia menyampaikan hal itu dalam pidatonya dengan tema "Urgensitas Mengubah Paradigma di Teluk Persia" di Institut Studi Internasional Stockholm, Kamis (2/6/2016), seperti dikutip IRNA.

 

Menurut Zarif, semua pihak bisa berperan dalam perbaikan situasi hak asasi manusia, tetapi musuh terburuk HAM dan para pembela HAM adalah politisasi masalah itu untuk mencapai ambisi-ambisi politik.

 

Dia lebih lanjut menyinggung penggunaan senjata kimia oleh rezim Saddam untuk menyerang Iran dalam perang yang dipaksakan selama delapan tahun.

 

"Saat Saddam masih bersama Barat, tidak ada komentar tentang pelanggaran HAM di Irak, namun ketika duta Belanda di PBB menyerukan investigasi terhadap situasi HAM di Irak, setahun kemudian keluar laporan dan baru ketahuan bahwa Saddam adalah pelanggar berat HAM," tegas Zarif.

 

Di bagian lain, menlu Iran menganggap ekstremisme dan terorisme sebagai virus di kawasan dan dunia, dan menambahkan semua pihak harus berupaya untuk mencerabut akar virus tersebut.

 

Ia juga menilai stabilitas wilayah Teluk Persia akan membawa manfaat bagi semua dan menandaskan, ada banyak reaktor nuklir yang dibangun di sekitar Teluk Persia dan untuk itu, kita membutuhkan stabilitas dan keamanan nuklir di sekitar wilayah tersebut. (RM)

Add comment


Security code
Refresh