Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Selasa, 31 Mei 2016 03:22

Penjelasan Lembaga Haji dan Ziarah Iran

Penjelasan Lembaga Haji dan Ziarah Iran

Ketua Lembaga Haji dan Ziarah Iran, mengatakan para pejabat Arab Saudi sepanjang perundingan sama sekali tidak memiliki tekad serius untuk mengatasi hambatan bagi kehadiran jemaah haji Iran pada musim haji tahun ini.

 

Saeed Ohadi dalam wawancaranya dengan wartawan IRIB, Senin (30/5/2016), menambahkan bahwa meski adanya hambatan yang diciptakan Riyadh, Tehran telah berusaha maksimal dengan tujuan menunaikan kewajiban haji.

 

"Setelah penunjukan menteri umrah dan haji baru Saudi dan permintaannya untuk berunding lagi, delegasi Iran untuk kedua kalinya berkunjung ke negara itu untuk membahas berbagai masalah," ujarnya.

 

"Dalam pembicaraan dengan menteri umrah dan haji Saudi, ia menolak membahas masalah keamanan jemaah Iran dan menyerahkan persoalan itu kepada para pejabat politik," terang Ohadi.

 

Ia menjelaskan bahwa ada 11 butir negatif yang dimasukkan secara sepihak oleh Saudi dalam draft kesepakatan. Delegasi Iran tidak bersedia menandatanganinya karena ada semangat pemaksaan dalam draft kesepakatan.

 

Ohadi lebih lanjut menyinggung perlakuan buruk dan sikap kasar aparat keamanan Saudi terhadap para jemaah Iran dan menambahkan bahwa tahun lalu 40 jemaah ditangkap tanpa sebab oleh aparat Saudi dan kemudian dibebaskan.

 

"Menteri umrah dan haji Arab Saudi dalam kontak telepon terbaru menekankan bahwa ia tidak memiliki wewenang untuk mengabulkan tuntutan-tuntutan Iran," lanjut Ohadi.

 

"Menteri diberi kesempatan sampai hari Ahad untuk menerima proposal Iran dan setelah tidak memperoleh jawaban, maka Arab Saudi adalah pihak yang bersalah dan penghalang utama perjalanan jemaah Iran untuk naik haji tahun ini," tegasnya. (RM)

Selanjutnya di kategori ini: « Tabriz, Ibu Kota Pariwisata Islami

Add comment


Security code
Refresh