Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 13 Mei 2016 11:17

Saudi Dinilai Jadikan Haji untuk Balas Dendam

Saudi Dinilai Jadikan Haji untuk Balas Dendam

Seorang ulama besar Iran, Ayatullah Naser Makarim Shirazi mengecam sabotase rezim Arab Saudi untuk pengiriman jemaah haji Iran ke Tanah Suci Mekkah, dan mengatakan bangsa Iran menginginkan haji yang terhormat dan mulia.

 

Marja' taklid ini mengungkapkan hal itu selama menerima kunjungan Ali Jannati, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran di kota Qom, Kamis (12/5/2016), seperti dikutip kantor berita IRNA.

 

"Ada indikasi yang menunjukkan bahwa perilaku pemerintah Saudi berbau penghinaan dan dengan kondisi seperti ini, kita harus menjauhkan pikiran bahwa Riyadh akan memberi usulan untuk haji dan apa yang kami dengar dari masyarakat, mereka juga tidak ingin berangkat dengan kehinaan," tegas Ayatullah Makarim.

 

"Komentar-komentar yang kami dengar dari otoritas Saudi adalah bahwa mereka ingin menuntut balas dendam atas Yaman, Suriah dan Irak dari Iran melalui perkara haji. Tampak jelas sikap mereka bermotif politik dan balas dendam dan dengan haji seperti ini, Allah Swt dan hamba-Nya tidak akan rela," tambahnya.

 

Menurut Ayatullah Makarim, keputusan pemerintah Saudi yang melarang jemaah haji Iran diterbangkan dengan maskapai dalam negeri adalah sebuah penghinaan.

 

Dalam pertemuan itu, Ali Jannati juga mengatakan bahwa kondisi untuk pelaksanaan manasik haji tahun ini tidak siap mengingat Saudi masih menciptakan hambatan.

 

Ia berkunjung ke kota Qom untuk menyampaikan laporan tentang situasi terkini pengiriman jemaah haji Iran tahun 2016, dan upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah. (RM)

Add comment


Security code
Refresh