Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Rabu, 13 April 2016 15:40

Tercatatnya Rawa Hamoun dalam List Biosfer UNESCO

Tercatatnya Rawa Hamoun dalam List Biosfer UNESCO
Daratan Iran yang meliputi lebih dari 80 persen wilayah negara itu, memiliki pemandangan beragam mulai dari pegunungan, lembah, padang rumput, padang pasir dan lain-lain. Kriteria ini membuat Iran yang berada di wilayah kering dan semi kering dunia, memiliki mikro iklim yang variatif meliputi iklim sangat dingin hingga sangat panas atau cuaca kering dan lembab. Keragaman iklim, dataran tinggi dan rendah, serta dua laut di utara dan selatan, membuat munculnya berbagai rawa di Iran.

Konvensi Ramsar, sebuah traktat internasional untuk menjaga dan melestarikan rawa, ditandatangani pada tahun 1971. Pada awalnya, konvensi tersebut ditandatangani oleh 18 negara dunia, akan tetapi sekarang sekitar 169 negara dunia menjadi anggota Konvensi Ramsar. Ditetapkan pula bahwa pada tanggal 13 Bahman [kalender Persia] atau bertepatan dengan tanggal 2 Februari, yaitu hari penandatanganan konvensi tersebut, dinamakan sebagai Hari Rawa Sedunia.

Pada konvensi itu disebutkan daftar sejumlah rawa penting di dunia yang akhirnya dikenal dengan nama List Ramsar. Inggris yang memiliki 170 rawa dari sisi jumlah dan Kanada yang memiliki rawa seluas 140 ribu kilometer per segi, merupakan dua pemecah rekor dalam hal ini. Sementara pusat permanen konvensi berada di Swiss.

Di antara 42 jenis rawa yang ditetapkan dalam Konvensi Ramsar di tingkat dunia, hanya satu jenis rawa yang tidak dimiliki Iran dan ini menunjukkan keragaman rawa di Republik Islam. Selain itu, jumlah rawa di Iran sangat banyak bila dibanding dengan luas negara dan bahwa dampak perubahannya juga sangat luas. Sedemikian rupa sehingga area perubahan kondisi rawa-rawa itu dari mulai hanya beberapa hektar hingga lebih dari setengah juta hektar.

Rawa Alagel, Almagel, Amirkalayeh, zona rawa Anzali, muara sungai tawar dan asing Minab, rawa Gawkhuni, Hamoun Saberi dan Hamoun Hirmand, danau Orumiyeh, Miyankaleh dan Teluk Gorgan hanya sebagian di antara sekian banyak rawa terkenal di Iran.

Rawa adalah lahan genangan air secara ilmiah yang terjadi terus-menerus atau musiman akibat drainase yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri khusus secara fisika, kimiawi dan biologis. Definisi yang lain dari rawa adalah semua macam tanah berlumpur yang terbuat secara alami, atau buatan manusia dengan mencampurkan air tawar dan air laut, secara permanen atau sementara, termasuk daerah laut yang dalam airnya kurang dari enam meter pada saat air surut yakni rawa dan tanah pasang surut.

Rawa-rawa memiliki penuh nutrisi, dan merupakan gudang kekayaan ekologis untuk kehidupan berbagai macam makhluk hidup. Rawa-rawa juga disebut "pembersih alamiah", karena rawa-rawa itu berfungsi untuk mencegah polusi atau pencemaran lingkungan alam. Dengan alasan itu, rawa-rawa memiliki nilai tinggi dalam segi ekonomi, budaya, lingkungan hidup dan lain-lain, sehingga lingkungan rawa harus tetap dijaga kelestariannya.

Melihat pada definisi tersebut, maka rawa dapat ditemukan di berbagai lokasi dan iklim yang berbeda-beda termasuk hutan, sungai, danau, pesisir dan lain-lain. Selain itu, juga terdapat berbagai jenis rawa buatan manusia yang digunakan untuk berbagai keperluan seperti pemeliharaan ikan, udang, pembudidayaan tanaman dan masih banyak lagi.

Rawa termasuk salah satu lingkungan paling produktif di dunia. Sebagai contoh, beras adalah salah satu produk pertanian rawa, produk makanan yang dikonsumsi oleh separuh masyarakat dunia. Ekosistem ini merupakan basis dari keragaman di dunia. Eksosistem ini memiliki peran yang sangat besar dalam pembiakan berbagai macam tumbuhan dan binatang. Rawa merupakan tempat tinggal berbagai macam burung, binatang dan tumbuh-tumbuhan yang terkait dengannya. Dalam hal ini, antara 20 ribu spesis burung, mamalia, reptile, binatang amfibi, ikan dan invertebrata hidup di rawa. Dari 20 ribu spesis tersebut di seluruh dunia, 40 persen di antaranya hidup di rawa air tawar. Rawa juga menjadi tempat penyimpanan alami berbagai elemen genetik tumbuh-tumbuhan.

Interaksi antara unsur fisik, biologi dan kimia sebuah rawa seperti tanah, air, flora dan fauna, serta lahan basah memiliki berbagai fungsi vital bagi rawa. Termasuk di antaranya penyimpanan air, perlindungan dari banjir dan reduksi banjir, stabilisasi garis pantai dan pengendalian erosi tanah, re-injeksi air ke bawah tanah (perpindahan air dari kolam ke dalam akuifer), pengosongan air bawah tanah (air bergerak ke atas dan mengubahnya menjadi air permukaan), pengolahan air melalui solusi fiksasi, sedimen dan kontaminan lainnya serta sebagai penyeimbang cuaca.

Rawa-rawa Iran di barat daya dan selatan di belahan bumi bagian utara merupakan tempat ekosistem lebih dari 140 jenis burung imigran dan lokal yang 30 persen di antaranya adalah burung lokal. Hal ini disebabkan nutrisi yang berlimpah, keamanan, tempat tinggal dan kondisi cuaca yang cocok, hingga 63 spesies burung dan 77 spesies lainnya berkembang biak di lahan basah Iran. Mereka menghabiskan musim gugur dan musim dingin di sana. Saat ini, sekitar satu hingga dua juta burung musim dingin unggas air berada di rawa-rawa Iran. Tercatat 20 jenis burung yang terancam punah, enam spesies ikan yang hidup di rawa Iran.

Rawa dan lahan basah Internasional Hamoun, Iran merupakan danau terbesar ketiga di tingkat dunia dan disebut sebagai sebagai cagar biosfer global kedua belas oleh UNESCO. Masalah Hamoun dibahas pada kongres "cagar biosfer" tingkat dunia dan putaran ke-28 program internasional "Man and Biosphere" dari UNESCO di Peru, dan telah disetujui. Pada sidang itu, lebih dari 20 biosfer baru ditambahkan dan saat ini tercatat 669 biosfer di 120 negara dalam jaringan global biosfer UNESCO yang 16 di antaranya terletak di wilayah perbatasan. Menyusul pencatatan rawa Hamoun dalam list internasional ini, maka jumlah biosfer di Iran meningkat menjadi 12 biosfer. Rawa Hamoun merupakan salah satu rawa terpenting di dunia dan danau air tawar terbesar di Iran yang kedalamannya mencapai satu hingga lima meter di sekitar padang pasir dan gurun, di wilayah Sistan. Rawa Hamoun menjadi tempat tinggal 14 jenis burung pemakan ikan.

Rawa Hamoun terletak di provinsi Sistan va Balochestan, di tenggara Iran. Rawa ini memiliki tiga bagian, yaitu Hamoun Puzak, Hamoun Saberi dan Hamoun Hirmand yang ketika tingkat air melimpah, maka seluruh rawa Hamoun akan menjadi satu bagian. Luas rawa Hamoun pada masa genangan air melimpah mencapai 5.660 kilometer per segi di mana 3.820 kilometer di antaranya adalah milik Iran dan sisanya berada di wilayah Afghanistan. Rawa Hamoun sangat bergantung pada sungai Hirmand, dan tingkat aliran air ke rawa tersebut akan sangat mempengaruhi seluruh ekosistem rawa Hamoun.

Sungai Hirmand merupakan di antara air deras yang akan bermuara di rawa Hamoun. Mata air sungai Hirmand berasal dari dataran tinggi dan pengunungan Baba, di antara jajaran pegunungan wilayah Hindukush di Afghanistan. Aliran air itu telah menempuh jarak 1.100 kilometer sebelum sampai ke rawa Hamoun.

Dalam literatur dan mitologi Iran kuno, rawa Hamoun memiliki posisi sangat penting dan berulangkali disebut dalam pada kitab agama Zoroaster, "Avesta". Teymour Lang, dalam hal ini menyebutkan, "Penguasa Sistan menaikkan saya pada sebuah kapal dan mengelilingi danau Hamoun, dan berkata kepada saya bahwa pada masa Rostan, danau ini lebih luas dari yang saya saksikan saat ini."(IRIB Indonesia/MZ)

Add comment


Security code
Refresh