Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 20 Maret 2016 11:35

Presiden Iran Ucapkan Selamat Tahun Baru 1395 Hs

Presiden Iran Ucapkan Selamat Tahun Baru 1395 Hs

Presiden Republik Islam Iran mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Iran atas datangnya tahun baru (Nowruz) 1395 Hs dan juga kepada semua bangsa di negara-negara lain yang merayakan Nowruz.

 

"Tahun lalu merupakan tahun yang penuh dengan kebanggaan, kenangan-kenangan abadi, kemenangan-kemenangan besar dan kesuksesan dalam menghadapi kekuatan-kekuatan besar serta tahun yang membuka jalan untuk menuju kemakmuaran bangsa Iran di semua sektor " kata Hassan Rouhani dalam pesannya, Minggu (20/3/2016).

 

Ia menjelaskan sebagian prestasi besar rakyat Iran pada tahun lalu dan menyebut tahun 1395 Hs sebagai "Tahun Harapan dan Usaha" hingga pada tahun ini akan terbentuk "rakyat Iran yang layak disebut sebagai bangsa besar Iran."

 

Presiden Iran lebih lanjut menilai ritual Nowruz sebagai ritual persahabatan dan rekonsiliasi. Ia menandaskan, apa yang menjadi pandangan dunia dalam beberapa tahun terkhir dan menjadi dalih untuk mengamcam Iran; yaitu aktivitas nukir, telah berubah menjadi simbol untuk kerjasama bagi bangsa-bangsa dunia dengan Iran.

 

Seperti halnya pandangan dunia yang menganggap hari kemarin sebagai zona terlarang, lanjut Rouhani, hari ini telah berubah menjadi sebuah aktivitas berharga, di mana semua pihak telah mengakuinya.

 

Presiden Iran dalam pesan tahun baru Nowruz juga menekankan pentingnya persatuan semua lapisan masyarakat.

 

"Rakyat Republik Islam Iran dengan empati mereka, telah berhasil mengantarkan JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) kepada hasil yang diinginkan dan mematahkan mata rantai sanksi serta menyiapkan ruang untuk aktivitas di sektor ekonomi," ujarnya.

 

Tahun lalu, lanjut Rouhani, rakyat Iran kembali menciptakan epik besar. Mereka pada tanggal 7 Isfand 1394 Hs (26 Februari 2016) telah menunjukkan kepada dunia bahwa hari penyelenggaraan pemilu Dewan Ahli Kepemimpinan dan pemilu parlemen sebagai hari kekuatan nasional, perdamaian dan stabilitas Iran.

 

Di bagian lain pesannya, Rouhani mengatakan, rakyat Iran yang selalu menjadi perintis, telah memulai "JCPOA kedua" pada tanggal 7 Isfand (hari penyelenggaraan pemilu Dewan Ahli Kepemimpinan dan pemilu parlemen).

 

Menurutnya, "JCPOA kedua" ini adalah "aksi bersama nasional" di internal Iran yang akan dimulai dengan persatuan, rekonsiliasi dan empati, yaitu "JCPOA " yang akan dimulai dengan etika sebelum ke arah ekonomi. (RA)

 

Add comment


Security code
Refresh