Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Senin, 07 Maret 2016 16:47

Menuju Pembaruan

Menuju Pembaruan

Sejarah bangsa Iran penuh dengan muatan spiritual yang kebanyakan berasal dari agama dan penuh dengan pengertian dan makrifat. Perayaan seremonial Nowruz sebagai tradisi lama dunia juga termasuk warisan spiritual Iran yang tak ternilai.

Beragam tradisi kuno dilakukan untuk memperingati tahun baru Iran ini yang meniupkan semangat perdamaian, harapan dan kebahagiaan kepada jutaan manusia di seluruh dunia. Mengingat setiap tahun mendekati musim semi dan sebagai pengantar perubahan alam, warga Iran menyambut hari tahun baru Nowruz dengan sejumlah tradisi.

 

Tradisi yang dilakukan dalam menyambut tahun baru Nowruz sangat beragam. Sebagiannya terkait dengan hari-hari terakhir menjelang pergantian tahun dan sejatinya merupakan persiapan untuk memasuki tahun baru. Sementara sebagian seremoni lainnya terkait dengan pergantian tahun dan hari-hari pertama di tahun baru. Beberapa hari menjelang pergantian tahun, pasar di kota-kota Iran penuh dengan pembeli yang mencari kebutuhannya mulai dari pakaian baru, perabot rumah tangga dan makanan. Mereka mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk menerima tamu dan menjamunya dengan yang terbaik.

 

Tradisi lain yang biasa dilakukan menjelang akhir tahun adalah kebersihan. Di Iran masalah kebersihan di akhir tahun dikenal dengan istilah Khaneh Takani. Di hari-hari terakhir musim dingin, masyarakat di seluruh Iran berusaha untuk membersihkan rumah dan perabotnya, bahkan tempat-tempat umum seperti jalanan dan gang-gang pun dibersihkan mereka. Sejatinya, Khaneh Takani adalah upaya untuk menghilangkan kotoran dari lingkungan rumah dan kota di akhir tahun. Ini merupakan simbol menghilangkan kegelapan dan usia rumah yang tua dengan lingkungan yang bersih dan sehat demi menyambut cahaya tahun baru.

 

Hal ini diperkuat dengan ajaran Islam yang menekankan soal kebersihan. Bahkan Nabi Muhammad Saw dalam hadisnya menyebut kebersihan itu merupakan bagian dari iman. Di akhir tahun, biasanya tradisi Khaneh Takani dan kebersihan rumah dilakukan oleh seluruh anggota keluarga. Setiap anggota keluarga melakukan tanggung jawabnya sesuai dengan kemampuannya.

 

Mempersiapkan makanan dan kue-kue untuk menyambut tahun baru Nowruz merupakan tradisi lainnya rakyat Iran. Sebagian kawasan di Iran, ibu-ibu di sana memasak dan membuat kue bersama-sama. Biasanya kue-kue produksi rumah dibuat dengan ketrampilan khusus dan kualitasnya dapat dibanggakan. Tapi di sebagian besar daerah di Iran menyambut tahun baru dengan membuat makanan khusus bernama Samanu yang menyerupai dodol. Samanu merupakan satu dari Haft Sin (tujuh benda yang diawali dengan huruf sin). Samanu dimasak dengan cara khusus dan bahan dasarnya adalah kecambah gandum. Keluarga Iran biasanya memasak Samanu di malam sebelum tahun baru.

 

 

Tradisi lain yang dilakukan menjelang pergantian tahun adalah memperhatikan orang miskin. Masyarakat Iran yang memperbarui rumah dan juga menyiapkan pakaian baru, dada mereka juga diperbarui dengan cinta kepada sesama. Oleh karenanya, rasa solidaritas di antara mereka semakin ditunjukkan di tahun baru. Ada mobilisasi umum untuk membantu orang yang tidak mampu di seluruh Iran. Masyarakat meyakini upaya membantu orang tidak mampu, khususnya di akhir tahun sangat bernilai dan setiap orang membantu sesuai dengan kemampuannya.

 

Menggelar taplak berisikan Haft Sin (tujuh benda yang diawali dengan huruf sin) merupakan tradisi kuno Iran lainnya dalam menyambut tahun baru Nowruz. Haft Sin merupakan simbol kegembiraan dan menjadi alasan agar seluruh anggota keluarga berkumpul di saat pergantian tahun. Di hari pertama musim semi dan tahun baru Nowruz, seluruh anggota keluarga saling membantu membersihkan rumah dan menghiasinya. Setelah itu mereka mandi dan memakai pakaian baru lalu duduk bersama mengelilingi meja yang berisikan taplak Haft Sin. Dengan demikian, kebersamaan mengawali rakyat Iran menyambut tahun baru.

 

Dalam taplak Haft Sin ada tujuh benda dan makanan yang dimulai dengan huruf Sin. Ini menjadi simbol dari hasil pertanian. Haft Sin ini terdiri dari Sabzeh yang berasal dari tunas gandum. Sabzeh menjadi simbol tumbuh dan dimulainya kehidupan. Kedua, Samanu yang dibuat dari kecambah gandum dan menjadi simbol dari hasil yang diberikan oleh tumbuh-tumbuhan. Sib atau apel adalah simbol dari kesehatan dan keindahan. Senjed simbol perhatian dan kelahiran. Ada juga Somaq dan Sir (serbuk rempah dan bawang putih) adalah simbol obat bagi kesehatan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Dan yang terakhir adalah Serkeh (cuka) sebagai simbol kesabaran.

 

Selain Haft Sin, masyarakat menambahkan beberapa simbol lainnya seperti telur untuk kehidupan dan penciptaan dan cermin simbol kejernihan yang diletakkan di bagian atas susunan taplak Haft Sin. Ada juga air sebagai simbol berkah dan ikan merah simbol kehidupan. Sementara uang logam simbol modal dan kerja dan lilin sebagai cahaya dan kehangatan. Sebagian orang menambahkan tangkai bunga hyacinth. Karena bau wanginya memberi kabar kedatangan musim semi. Di samping semua ini ada al-Quran yang memiliki posisi khusus di taplak Haft Sin dan menjadi pondasi dasar dari semuanya.

 

 

Saat pergantian tahun anggota keluarga bersama-sama mengucapkan doa khusus pergantian tahun. “Ya Muqallibal Qulub wal Abshar, Ya Mudabbiral Lail wan Nahar, Ya Muhawwilal Haul wal Ahwal, Hawwil Halana Ila Ahsanil Hal.” Wahai yang membalikkan hati dan pandangan. Wahai yang mengatur malam dan siang. Wahai yang memutar tahun dan keadaan. Jadikan kami dalam keadaan yang terbaik! Setelah itu ada yang membaca ayat-ayat al-Quran. Biasanya setelah pergantian tahun, orang tua memberikan hadiah hari tahun baru kepada anggota keluarga. Kemudian semua bergabung untuk memakan kue-kue yang dihidangkan dan saling mengucapkan selamat tahun baru Nowruz.

 

Perlu diketahui, sesuai dengan keyakinannya, keluarga Iran biasanya menyambut saat-saat pergantian tahun di tempat ziarah. Mereka melakukannya di sana untuk mendapatkan siraman spiritual. Kehadiran mereka di tempat-tempat spiritual seperti ini dapat memberikan cahaya dan kesan tersendiri dalam menyambut pergantian tahun. Khususnya di makam suci Imam Ridha as di kota Mashad, begitu juga di makam Hazrat Masomeh di kota Qom dan makam Ahmad bin Musa di kota Shiraz.

 

Setiap tahun setelah menyambut pergantian tahun ada tradisi saling menyambangi dan silaturahmi. Tradisi silaturahmi merupakan tradisi paling indah di tahun baru. Setiap keluarga saling bersilaturahmi sambil membawakan hadiah yang membuat kerabat yang berjauhan semakin dekat atau tetangga yang tidak kenal menjadi kenal. Setiap orang tua dalam budaya Iran memiliki posisi khusus dalam sebuah keluarga, biasanya yang lebih muda memiliki kewajiban untuk bersilaturahmi kepada orang yang lebih tua.

 

Biasanya, setiap kunjungan yang dilakukan satu keluarga akan berbalas kunjungan dari yang lainnya. Di hari-hari pertama tahun baru biasanya terjadi pengulangan silaturahmi antara keluarga dan teman. Pertemuan ini mendatangkan kebahagiaan tersendiri, setelah lama tidak bertemu. Mereka yang bersilaturahmi berusaha untuk mengikis kebencian dan permusuhan di hatinya lalu mengisinya dengan kasih sayang dan cinta. Bila dalam satu keluarga ada yang telah meninggal, biasanya di hari tahun baru Nowruz, keluarga atau temannya mengucapkan bela sungkawa kepada tuan rumah dan berdoa meminta pengampunan bagi yang meninggal.

 

Banyak juga warga Iran yang melakukan perjalanan ke daerah lain untuk merasakan suasana yang lain. Oleh karenanya, di hari-hari pertama musim semi dimanfaatkan oleh masyarakat Iran untuk melakukan perjalanan ke daerah lain. Itulah mengapa di setiap tahun baru kondisi jalan-jalan di luar kota Iran sangat padat. Akhirnya pada 13 Farvardin dalam tradisi Nowruz, mayoritas keluarga Iran mengakhiri seremoni Nowruz dengan keluar rumah, bersatu dengan alam dan menikmati keindahan alam di musim semi.

 

Add comment


Security code
Refresh