Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 05 Juni 2016 07:31

Palestina Kritik Hasil Konferensi Paris

Palestina Kritik Hasil Konferensi Paris
Anggota komisi eksekutif PLO menegaskan urgensi penentuan tujuan dan agenda implementasi prakarsa Prancis demi mengakhiri pendudukan Zionis terhadap Palestina.

Hanan Ashrawi hari Sabtu (4/6) mengkritik konferensi perdamaian internasional di Prancis.

"Kami memandang pernyataan bersama konferensi ini terkesan sangat global. Padahal kita membutuhkan tujuan riil dan agenda kerja yang signifikan," ujar Ashrawi.

Anggota komisi eksekutif PLO ini menilai konferensi internasional Paris menempatkan Palestina dan Israel sebagai dua pihak yang dikecam, dan masalahnya justru mengabaikan fakta antara kubu agresor dan rakyat yang menjadi sasaran agresi.

Aktivis Palestina ini menegaskan, jika publik internasional beritikad serius untuk mewujukan perdamaian permanen, maka harus mengkaji masalah utama seperti agresi Israel dan tindakan hukumnya, juga masalah ekspansi pembangunan distrik Zionis dan berlanjutnya pendudukan terhadap wilayah dan sumber daya Palestina.

Sementara itu, Dawud Shahab, pejabat media gerakan Jihad Islam Palestina dalam statemennya menyampaikan penentangan faksi-faksi Palestina terhadap upaya menghidupkan kembali perundingan damai dengan Israel.

"Tujuan gerakan terbaru untuk menghidupkan perundingan [dengan Israel] adalah mengubur cita-cita bangsa Palestina," tutur Shahab, hari Sabtu (4/6).

"Upaya untuk menghidupkan kembali perundingan damai mengancam prinsip dan hak bangsa, terutama hak kembali pengungsi Palestina ke tanah airnya sendiri, " tegas pejabat media Jihad Islam.

Peserta konferensi internasional Paris dalam deklarasi di akhir pertemuan yang dibacakan hari Jumat menyatakan bahwa pembangunan distrik Zionis dan eskalasi friksi dan kekerasan di Palestina sebagai dua faktor yang mengancam pembentukan dua negara independen untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.(PH)

Add comment


Security code
Refresh