Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 03 Juni 2016 02:17

Gagal Gulingkan Assad, Saudi Tuding AS Ingkar Janji

Gagal Gulingkan Assad, Saudi Tuding AS Ingkar Janji

Putra Mahkota Arab Saudi, mengakui kegagalan kebijakan-kebijakan negaranya di wilayah Timur Tengah.

 

Situs koran al-Ahed Lebanon, Kamis (2/6/2016) melaporkan, Pangeran Mohammed bin Nayef mengakui kegagalan operasi Badai Penghancur di Yaman dan kegagalan kebijakan Arab Saudi di kawasan.

 

"Amerika Serikat dan Turki tidak melaksanakan janjinya seputar penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad," katanya.

 

Dalam pernyataannya di sela-sela pertemuan konsultasi para pemimpin negara anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) di Jeddah, Pangeran Nayef menambahkan, operasi Badai Penghancur di Yaman sudah keluar dari harapan Riyadh karena para anggota koalisi Saudi tidak melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.

 

Berkenaan dengan krisis Suriah, ia menandaskan bahwa pemerintahan Assad diharapkan tumbang dengan bantuan Turki dan AS, dan Riyadh membuat perhitungan atas janji mereka, tetapi tidak terwujud.

 

"Sungguh disayangkan bahwa dunia Arab sepanjang dua tahun lalu menyaksikan transformasi, krisis dan konflik. Semua masalah itu menuntut Saudi dan negara-negara Arab lainnya untuk meninjau kembali kebijakan dan perhitungannya," tegas Nayef.

 

Menurutnya, jika para pemimpin Arab ingin mengantarkan dunia Arab ke pantai yang aman serta membebaskannya dari konflik dan perseteruan, maka mereka harus memberikan konsesi yang nyata dan sekaligus berbahaya dalam semua masalah, jika dianggap perlu. (RM)

Add comment


Security code
Refresh