Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Kamis, 02 Juni 2016 02:02

Uni Eropa Sikapi Penambahan Hukuman Atas Syeikh Salman

Uni Eropa Sikapi Penambahan Hukuman Atas Syeikh Salman

Uni Eropa menganggap penambahan hukuman terhadap Syeikh Ali Salman, Sekretaris Jenderal Komunitas Islam al-Wefaq, akan mengurangi peluang untuk rekonsiliasi nasional yang inklusif di Bahrain.

 

"Ini merupakan harapan kami bahwa putusan dapat dipertimbangkan kembali setelah banding oleh terdakwa, secara adil dan transparan, dengan sepenuhnya menghormati kewajiban internasional Bahrain," kata Uni Eropa dalam satu pernyataan, Rabu (1/6/2016) seperti dikutip kantor berita IRIB.

 

Uni Eropa akan terus mendukung Bahrain dalam mempromosikan reformasi lebih lanjut yang ditujukan untuk memperkuat hak asasi manusia dan supremasi hukum dalam konteks bebas dari kekerasan dan dengan kebebasan berekspresi.

 

Hukuman terhadap Syeikh Salman dari empat tahun penjara diperberat menjadi sembilan tahun oleh Pengadilan Banding Bahrain pada 30 Mei 2016.

 

Rezim Al Khalifa menangkap Syeikh Salman pada awal Juni 2015 atas tuduhan memprovokasi rakyat Bahrain untuk mengubah pemerintahan. Ia divonis penjara selama empat tahun.

 

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan yang demokratis.

 

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim Manama menumpas kaum revolusioner. (RM)

Add comment


Security code
Refresh