Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Rabu, 01 Juni 2016 01:44

Soal Bebas Visa, Erdogan-Uni Eropa Bersitegang

Soal Bebas Visa, Erdogan-Uni Eropa Bersitegang

Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker menyarankan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mempertimbangkan semua konsekuensi yang mungkin jika ia ingin meninjau ulang kesepakatan dengan Uni Eropa.

 

"Presiden Erdogan harus berpikir dua kali sebelum ia memutuskan untuk meninjau kembali kesepakatan dengan Uni Eropa terkait pengungsi," ujar Juncker seperti dikutip televisi BFM Perancis, Selasa (31/5/2016).

 

Sebelumnya, Erdogan telah menginformasikan Uni Eropa bahwa parlemen Turki akan memblokir kesepakatan migran, jika tidak ada kemajuan dalam masalah perjalanan bebas visa.

 

"Jika Ankara mengambil langkah itu, maka Presiden harus menjelaskan kepada para pemuda Turki, pengusaha, wartawan dan warga negara lain mengapa mereka mengalami kesulitan untuk keluar dari negara mereka," tegas Juncker.

 

"Erdogan adalah alasan mengapa warga Turki tidak memiliki kesempatan untuk bepergian di seluruh Eropa," tambahnya.

 

Uni Eropa percaya bahwa pemerintah Ankara belum memenuhi beberapa tuntutan termasuk perlindungan hak asasi manusia dan syarat-syarat yang diperlukan untuk menikmati perjalanan bebas visa bagi warga Turki.

 

Pemerintah Turki mengancam akan mengabaikan kesepakatan tentang pencegahan pengungsi jika warganya tidak diberikan perjalanan bebas visa ke negara-negara Uni Eropa. (RM)

Add comment


Security code
Refresh