Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Selasa, 31 Mei 2016 01:22

Rusia: Laut Hitam tidak akan Menjadi "Danau NATO"

Rusia: Laut Hitam tidak akan Menjadi "Danau NATO"

Duta Besar Rusia untuk NATO, Alexander Grushko mengatakan Rusia akan melakukan segalanya untuk memastikan bahwa Laut Hitam tidak berubah menjadi "Danau NATO."

 

Dalam wawancaranya dengan surat kabar Rossiyskaya Gazeta, Grushko memperingatkan NATO yang melakukan ekspansi ke dekat perbatasan laut dan darat Rusia. Ia menuding Aliansi sedang mencoba untuk menggeser skema konfrontatif di Laut Hitam. Demikian dikutip IRNA, Senin (30/5/2016).

 

"NATO mencoba untuk menggunakan pendekatan konfrontatif di Laut Hitam dan Moskow akan menyiapkan langkah-langkah untuk menetralisir ancaman potensial," tegasnya.

 

"Baru-baru ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa harus ada pencegahan agar Laut Hitam tidak berubah menjadi "Danau Rusia". Tapi NATO sangat menyadari bahwa Laut Hitam tidak akan pernah berubah menjadi danau mereka," kata Grushko.

 

Laut Hitam merupakan salah satu perairan yang paling strategis di dunia, di mana ia terhubung dengan Laut Mediterania oleh Selat Bosporus dan Laut Marmara, dan dengan Laut Azov oleh Selat Kerch.

 

Rusia merupakan salah satu negara yang berbatasan dengan Laut Hitam. Sementara Amerika Serikat dan NATO memiliki hubungan luas atau kehadiran militer di negara-negara sekitar Laut Hitam yaitu, Turki, Rumania, Bulgaria, Ukraina dan Georgia.

 

AS dan NATO memanfaatkan peluang itu untuk meningkatkan kehadiran militernya di Laut Hitam. (RM)

Add comment


Security code
Refresh