Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Rabu, 30 Maret 2016 13:35

Kanada Menyesali Pemutusan Hubungan dengan Iran

Kanada Menyesali Pemutusan Hubungan dengan Iran

Menteri Luar Negeri Kanada mengatakan langkah negaranya pada 2012 untuk memutus hubungan diplomatik dengan Iran tidak memiliki konsekuensi positif apapun, seraya mengungkapkan kesiapan Ottawa menjalin hubungan kembali dengan Republik Islam.

 

"Pemutusan hubungan Kanada dengan Iran tidak memiliki konsekuensi positif bagi siapa saja: tidak untuk Kanada, bukan untuk orang-orang dari Iran, tidak untuk Israel, dan juga tidak untuk keamanan global," kata Stéphane Dion pada Selasa (29/3), di sebuah konferensi internasional di Universitas Ottawa.

 

Pemerintahan mantan perdana menteri Kanada Stephen Harper memutus hubungan diplomatik dengan Iran pada September 2012, dengan dalih, apa yang digambarkan sebagai ancaman dari Iran terhadap Israel.

 

Dalam sambutannya, Dion, yang bertugas di bawah pemerintahan baru Perdana Menteri Justin Trudeau, mengatakan, "Kedutaan Kanada di Iran telah ditutup selama lebih dari tiga tahun. Apa yang dihasilkan? Apakah benar perlu mengandalkan Italia guna melindungi kepentingan kami di negara itu? "

 

Kanada mempertahankan sektor kepentingannya di kedutaan Italia di Iran.

 

"Hari ini, Kanada harus kembali ke Iran untuk memainkan peran yang efektif di dunia ... Kami diminta oleh semua pihak untuk menjalin hubungan kembali, dan kami melakukannya," katanya.

 

Mengacu pada pelaksanaan perjanjian nuklir antara Iran dan kelompok 5+1, Dion mengatakan, "Kesepakatan telah membatasi secara signifikan dan menggulung kembali program nuklir Iran dan memastikan verifikasi yang sedang bergulir dan kuat oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) soal kepatuhan Iran pada kesepakatan itu.

 

Perjanjian yang disebut Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), dicapai antara Republik Islam dan kelompok 5+1 - Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Rusia, Cina dan Jerman - pada 14 Juli 2015, di Wina, Austria. JCPOA mulai berlaku pada 16 Januari.

 

Setelah JCPOA mulai berlaku, semua sanksi terkait nuklir Iran oleh Uni Eropa, Dewan Keamanan PBB dan AS dicabut. Iran, sebagai imbalannya, telah melakukan sejumlah batasan pada kegiatan nuklirnya.(IRIB Indonesia/MZ)

Add comment


Security code
Refresh