Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 03 Juni 2016 01:32

Erdogan Peringatkan Jerman Soal Etnis Armenia

Erdogan Peringatkan Jerman Soal Etnis Armenia

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, memperingatkan bahwa langkah Parlemen Jerman akan membawa dampak negatif bagi hubungan diplomatik kedua negara.

 

Ini merupakan reaksi pertama Erdogan atas keputusan Parlemen Jerman, yang mengakui bahwa Kekaisaran Ottoman telah melakukan genosida terhadap warga Armenia. Demikian dilansir AFP, Kamis (2/6/2016).

 

Erdogan yang sedang berada di Kenya, mengatakan tidak diragukan lagi bahwa resolusi Parlemen Jerman akan berdampak negatif pada hubungan Ankara-Berlin.

 

Parlemen Jerman dalam sebuah resolusinya pada hari Kamis, mengakui pembantaian satu abad lalu etnis Armenia oleh Ottoman sebagai genosida.

 

Kanselir Jerman Angela Merkel tidak hadir di parlemen saat pemungutan suara, namun koalisi pemerintah Uni Kristen Demokrat dan Partai Sosial Demokratik mendukung resolusi tersebut. Draft resolusi ini disusun oleh anggota koalisi pemerintah, Partai Hijau Jerman.

 

Pemerintah Ankara sebelum ini memperingatkan bahwa penyebutan genosida atas pembantaian warga Armenia dapat merusak hubungan antara Jerman dan Turki.

 

Warga Armenia percaya bahwa sekitar 1,5 juta etnis mereka yang tinggal di Turki sekarang kehilangan nyawanya akibat tindakan militer Kekaisaran Ottoman pada tahun 1915. (RM)

Add comment


Security code
Refresh