Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Rabu, 01 Juni 2016 15:22

Turki Bantah Ekspansinya ke Afrika, Bentuk Imperialisme

Turki Bantah Ekspansinya ke Afrika, Bentuk Imperialisme

Menteri Luar Negeri Turki menganggap visi negara ini ke Afrika berbeda dengan visi imperialisme.

 

Kantor berita Anadolu (1/6) melaporkan, Mevlut Cavusoglu, Menlu Turki yang tengah berada di Rwanda, dalam jumpa persnya mengatakan, Ankara tidak seperti imperialis yang mengejar kepentingannya di Afrika, dan negara kami tidak menjalankan kebijakan semacam ini.

 

Menurut Menlu Turki, Rwanda adalah mitra yang dapat dipercaya bagi Turki.

 

"Afrika memiliki kedudukan khusus dalam kebijakan luar negeri Turki dan Uni Afrika strategis bagi Ankara," ujarnya.

 

Cavusoglu menambahkan, dalam pertemuan dengan Louise Mushikiwabo, sejawatnya dari Rwanda, kedua pihak menandatangani MoU kerja sama di bidang pendidikan, visa diplomatik dan kebijakan luar negeri.

 

Berdasarkan data Kemenlu Turki, volume transaksi negara ini dengan Afrka pada tahun 2015 mencapai 17,5 juta dolar. Ini menunjukkan adanya peningkatan tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun 2013. (HS)

Add comment


Security code
Refresh