Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Rabu, 01 Juni 2016 09:33

Filipina Ingin Lepas Ketergantungan Kemanan dari AS

Filipina Ingin Lepas Ketergantungan Kemanan dari AS

Presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte menyatakan, Manila di bidang keamanan tidak ingin terus bergantung pada Amerika Serikat.

 

AFP melaporkan, Rodrigo Duterte Selasa (31/5) seraya menunjukkan sikap yang mengambil jarak dari AS di berkas Laut Cina Selatan mengatakan, negaranya untuk jangka panjang tidak ingin terus bergantung kepada AS di sektor keamanan.

 

Duterte ketika merilis statemen ini, Filipina di berkas Laut Cina Selatan terkait sengketa kepemilikan pulau di wilayah ini tercatat sekutu tradisional dan terdekat Amerika.

 

Cina dan Filipina terlibat sengketa kepemilikan sebagian pulau di Laut Cina Selatan.

 

Setiap tahun arus perdagangan senilai lima triliun dolar lalu lalang melalui perairan strategis Laut Cina Selatan. Saat ini Brunei Darussalam, Malaysia, Taiwan dan Vietnam juga mengaku kepemilikan wilayah di lLut Cina Selatan.

 

Duterte terpilih sebagai presiden baru Filipina di pemilu 9 Mei 2016. Ia saat ini berusaha menindaklajnuti dialog multilateral terakit sengketa di Laut Cina Selatan. Pihak yang terlibat di dialog ini adalah AS, Australia, Jepang dan negara-negara pengklaim. (MF)

 

Add comment


Security code
Refresh