Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Selasa, 17 Mei 2016 16:35

Lawan Takfiri, Mesir Diminta Buka Hubungan dengan Iran

Lawan Takfiri, Mesir Diminta Buka Hubungan dengan Iran

Para politisi Mesir mengatakan, dibukanya hubungan Mesir dengan Iran dapat menggagalkan skenario kubu imperialis untuk memecah belah kawasan.

 

Haitham Sharabi, anggota Sekretariat Partai Tagammu, Mesir (17/5) kepada Fars News menekankan urgensi persatuan Sunni-Syiah untuk menghadapi Takfiri di kawasan.

 

Sharabi mengatakan, hubungan Iran dan Mesir harus dilandasi penghormatan timbal balik sehingga konspirasi memecah belah kawasan dapat digagalkan.

 

Ia menambahkan, Boko Haram di Nigeria, Ansar Al Sharia dan Fajr di Libya, Ansar Baitul Muqadas di Mesir, Daesh dan Front Al Nusra di Suriah dan Irak, semuanya adalah kelompok teroris yang sedang memainkan peran memecah belah kawasan.

 

Anggota Partai Tagammu itu menjelaskan, kelompok-kelompok teroris menyerang pasukan-pasukan nasional agar mereka tidak melawan rezim Zionis Israel.

 

"Di Mesir, para teroris yang ditempatkan di gurun Sinai seolah-olah mendirikan zona netral untuk melindungi Israel," ujarnya.

 

Menurutnya, Iran adalah satu dari empat kekuatan yang menguasai aliran air penting di kawasan, selain Mesir, Yaman dan Maroko.

 

Ia menegaskan, situasi saat ini di kawasan menuntut pemulihan dan penguatan hubungan di antara bangsa-bangsa dan pemerintah.

 

Politisi Mesir itu menerangkan, di saat Turki dan Qatar menjadi pangkalan militer terbesar Amerika Serikat di kawasan dan tekanan Ankara untuk bergabung dengan Uni Eropa, terlebih karena terlibat dalam berbagai krisis regional, di masa depan kedua negara itu akan terusir dari kawasan. (HS)

Add comment


Security code
Refresh