Skip to content
Halaman Muka arrow Politik arrow Infiltrasi Zionis di Perancis
Infiltrasi Zionis di Perancis Print E-mail
Wednesday, 23 April 2008
Zionisme Internasional adalah sebuah gerakan yang mempolitisasi isu-isu agama Yahudi dan memodifikasinya menjadi sebuah pemikiran yang sangat rasialis. Kini, Zionis punya pengaruh yang sangat kuat di politik negara-negara Barat. Para pendukung pemikiran ekstrim ini cukup banyak, mulai dari masyarakat biasa sampai tokoh-tokoh politik hingga media-media massa Barat. Pengaruh yang mereka miliki ini kemudia dipakai untuk memperkokoh posisi Rezim Zionis Israel. Perancis sebagai salah satu negara besar di Eropa merupakan simbol penetrasi kelompok minoritas Yahudi atas keputusan-keputusan pemerintah yang berkuasa di negara ini. Tentu saja tidak semua orang-orang Yahudi adalah pendukung Zionis dan bahkan tidak mendukung pemikiran Zionis.

Di tahun-tahun sebelumnya, Perancis seperti negara-negara Eropa lainnya anti Semit. Namun setelah kemenangan Revolusi Perancis tahun 1789, untuk pertama kalinya orang-orang Yahudi di negara ini memiliki hak-hak sipil yang sama dengan warga lainnya. Setelah itu, Napoleon Bonaparte mendirikan sebuah organisasi Yahudi bernama Dewan Tinggi Yahudi. Sejak masa itu, penetrasi orang-orang Yahudi mengalami peningkatan. Ketika gerakan Zionis semakin meningkat di Eropa, Perancis menjadi salah satu pusat penting aktivitas pendukung pemikiran rasialis ini. Dalam proses pendudukan Palestina oleh orang-orang Zionis, Perancis mendukung mereka dan segera setelah pembentukan Rezim Zionis Israel tahun 1948, Perancis langsung mengakuinya. Hubungan Paris dan Tel Aviv sejak dahulu harmonis dan bahkan di sebagian bidang seperti politik, ekonomi dan militer terus berlanjut bahkan semakin diperluas. Pada tahun 1957, Perancis melakukan kontrak kerja membangun reaktor nuklir Dimona Rezim Zionis dan dengan ini Perancis secara aktif telah membantu Rezim Zionis membuat senjata nuklir. Kini, Paris dan Tel Aviv punya hubungan kerja sama dalam level tinggi.

Tidak disangksikan lagi, hubungan luas Rezim Zionis Israel dengan Perancis berhutang pada orang-orang Zionis mukim di negara ini. Orang-orang Zionis Perancis baik di dalam maupun di luar negeri senantiasa berusaha membentuk organisasi-organisasi koordinasi yang punya akses mempengaruhi keputusan-keputusan para pejabat Perancis. Di kota Paris saja aktif sekitar seratus komunitas, asosiasi dan organisasi Yahudi dan Zionis. Organisasi Zionis paling penting di Perancis adalah Gerakan Zionis Perancis, Dewan Eksekutif Yahudi Untuk Israel dan Dewan Perwakilan Lembaga-Lembaga Yahudi Perancis. Orang-orang Zionis dengan memanfaatkan pengaruh mereka di partai-partai politik, tokoh-tokoh politik dan media-media massa Perancis berhasil memainkan peran penting dalam kebijakan Paris utamanya terkait masalah Rezim Zionis dan kaum muslimin.

Di beberapa dekade terakhir ini, sejumlah kalangan politisi Perancis adalah seorang Zionis atau pendukungnya. Padahal jumlah orang-orang Yahudi hanya 2 persen dari populasi Perancis. Kini, pejabat penting Perancis yang dikenal sebagai pendukung fanatik Zionis adalah Nicolas Sarkozy, Presiden Perancis. Ibunya adalah seorang Yahudi dan selama hampir setahun menjabat sebagai Presiden Perancis, dia dikenal sangat mendukung kebiadaban Rezim Zionis Israel atas warga tak berdosa Palestina. Sarkozy bahkan menamakan pendirian Rezim Penjajah Zionis sebagai mukjizat abad 20. Kemenangan Sarkozy dalam Pemilu calon presiden Perancis begitu penting bagi Tel Aviv sehingga Simon Perez menyebutnya sebagai kemenangan Israel dan orang-orang Yahudi Perancis. Sarkozy sendiri menegaskan bahwa Perancis tidak akan bersikap lemah dalam menjamin keamanan Rezim Zionis. Dengan ini, tampaknya naiknya Sarkozy menjadi Presiden Perancis yang didukung penuh lobi Zionis di sana, merupakan babak baru hubungan Paris-Tel Aviv yang dampaknya adalah semakin melemahnya hubungan Perancis dan negara-negara Arab.

Salah satu target penting kelompok Zionis di berbagai penjuru dunia adalah melakukan penetrasi di media-media massa dunia demi keuntungan Rezim Zionis. Kebijakan itu juga dilakukan di Perancis dengan melakukan infiltrasi di media-media cetak, radio dan televisi Perancis. Sebagai contoh, majalah mingguan Perancis, Express cetakan Paris merupakan majalah terkenal yang begitu mendukung Zionis dan selalu mengajak para politisi Perancis mendukung Rezim Zionis Israel. Koran Perancis, Le Figaro senantiasa memublikasikan dukungan terhadap Tel Aviv dan anti kaum muslimin. Selain itu, mayoritas jaringan radio dan televisi Perancis dikuasai oleh orang-orang Zionis dan memutarbalikkan kenyataan Palestina demi keuntungan Rezim Zionis.

Salah satu langkah penting lobi Zionis di Perancis adalah meratifikasi rancangan undang-undang (RUU) Gayssot-Fabius Law pada tahun 1990. Berdasarkan undang-undang ini, setiap tindakan yang mengecilkan kekejian tentara Nazi Jerman terhadap kaum Yahudi (holocaust), dikategorikan sebagai kekejian anti kemanusiaan dan bakal dipenjara dan atau ganti rugi kontan. Dengan ini, kebebasan berekspresi dan penelitian ilmiah di Perancis telah menjdi korban kecenderungan politik Zionis. Setelah diratifikasi di Perancis, UU ini kemudian diterima juga di mayoritas negara-negara Eropa dan dengan berdasarkan UU ini orang-orang Zionis dapat menekan keras para penentang mereka di seluruh Eropa. Dampak UU ini tidak hanya membungkam para penentang holocoust tapi juga berlaku bagi setiap penentangan terhadap politik agresi Rezim Zionis dan anti Semit.

Sampai saat ini, sejumlah tokoh Perancis telah menjadi korban diktator bayangan lobi Zionis. Karena setiap protes terhadap penumpasan warga Palestina oleh Rezim Zionis, mempertanyakan masa lalu Rezim Zionis dan membongkar berbagai bentuk penetrasi Zionis di dunia, termasuk Perancis, dianggap sikap anti Semit. Orang-orang yang mencoba membocorkan masalah-masalah ini tidak akan bebas dari tekanan dan gangguan Zionis, bahkan juga terhadap keluarga mereka. Bila punya pekerjaan, maka mereka akan diberhentikan dari pekerjaannya dan senantiasa dikejar-kejar pihak yang berwajib untuk diusut lebih lanjut. Profesor Roger Garaudy adalah satu dari orang yang sampai kini telah diadili dua kali, akibat menulis buku The Founding Myths of Israeli Politics dan menuliskan fakta, bahwa segala kisah tentang pembunuhan kaum Yahudi oleh Nazi dalam jumlah besar, yaitu enam juta orang, adalah isapan jempol belaka dan bahkan Zionis dan Nazi bekerja sama untuk menciptakan kisah tragedi bangsa Yahudi untuk menarik simpati dunia agar menyetujui dibentuknya negara Israel.

Contoh lainnya adalah Profesor Robert Faurisson yang diadili oleh pengadilan karena menyodorkan bukti-bukti bahwa kamar-kamar gas yang dipakai untuk membunuh orang-orang Yahudi hanya sebuah kebohongan. Orang-orang Zionis mukim di Perancis dengan memanfaatkan fasilitas dan kekuatan yang mereka miliki sampai sekarang berhasil menjadi penyebab diusirnya sejumlah dosen dan mahasiswa karena mengkritik Rezim Zionis Israel. Terkait dengan kekuatan lobi kelompok ekstrim ini, Profesor Faurisson mengatakan, "Orang-orang Zionis Perancis selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tidak seorang pun yang berani berbicara menentang mereka. Mereka mengklaim adanya peristiwa holocaust dan dengan alasan ini pula mereka menbungkam para penentangnya. Hal sama yang dilakukan terhadap warga Palestina."

Sebagian dari langkah-langkah Zionis Perancis untuk mencegah rakyat Perancis dan seluruh masyarakat Eropa mengetahui kenyataan yang terjadi di Palestina adalah mencabut perizinan penayangan televisi Al-Manar Lebanon pada Desember 2004. Tidak berapa lama, Gedung Putih melarang penayangan televisi ini di Amerika. Kurang dari setahun setelah pelarangan itu, televisi Iran Sahar juga dicabut izin penayangannya di Perancis setelah mewawancarai Profesor Faurisson yang berbicara mengenai holocaust dan politik Rezim Zionis Israel. Tentu saja tindakan yang diambil itu bertentangan dengan kebebasan berekspresi, karena pada saat yang bersamaan media-media Barat, seperti Perancis dengan bebas menistakan simbol-simbol yang disucikan umat Islam seperti Nabi Muhammad saw.

Dapat dikatakan bahwa lobi Zionis di Perancis sebagai lobi Zionis terkuat di dunia setelah lobi Zionis Amerika. Lobi Zionis Perancis sebagai lobi Zionis terkuat di Eropa meyakini bahwa kewajiban terpentingnya adalah mendukung Rezim Zionis Israel. Tidak salah bila kebanyakan cendekiawan Perancis meyakini orang-orang Zionis di negara ini telah menjatuhkan citra Perancis di mata internasional.

 
< Prev   Next >

Al-Quran

Majalah Audio


 

Politik Terbaru

Faktor-Faktor Kejayaan Revolusi Islam Iran

 Revolusi Islam Iran merupakan salah satu peristiwa paling penting dan fenomenal di era sekarang. Karena itu musuh lokal dan asing yang tidak menginginkan kemenangan dan kesinambungan revolusi hingga kini terus menciptakan banyak kendala untuk menghambat laju Republik Islam Iran. Meski demikian, kebangkitan Islam rakyat Iran sudah lebih dari tiga dekade dan terus bernafas dengan kekuatan dan kedigdayaan.

Salah satu pertanyaan penting adalah bagaimana Revolusi Islam Iran hingga kini mampu mengatasi berbagai masalah dan kendala yang sebagiannya tergolong besar dan rumit? Dengan kata lain, faktor-faktor dan kapasitas apa saja yang terdapat dalam revolusi ini hingga mampu menghadapi berbagai tantangan?

Di antara kapasitas paling penting Revolusi Islam Iran dalam menghadapi berbagai konspirasi musuh dikarenakan basis massa revolusi tersebut. Rakyat Iran aktif dalam berbagai arena revolusi dan telah mempersembahkan banyak pahlawan demi kemenangan revolusi. Untuk itu, rakyat Iran menilai revolusi dan sistem yang melandasinya adalah milik mereka dan berupaya maksimal untuk menjaga kelanjutannya.

Persatuan dan kesatuan bangsa juga faktor lain dalam memajukan cita-cita revolusi. Bapak Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini ra senantiasa mewasiatkan kesatuan dan persatuan rakyat dalam membela revolusi meski mereka berbeda pendapat dalam masalah-masalah parsial. Sepanjang perjalanan revolusi, persatuan dan kesatuan ini semakin aktual hingga mampu mengatasi berbagai hambatan.

Persatuan yang disertai pengetahuan dan kewaspadaan rakyat Iran telah melahirkan kapasitas besar dalam menghadapi krisis internal dan konspirasi asing. Sepanjang perjalanan revolusi, bangsa Iran membuktikan diri bahwa mereka mengenal taktik dan skenario jahat musuh dan juga mengetahui dengan baik cara mengatasinya. Dalam hal ini, pengetahuan dan kearifan rakyat merupakan masalah mendasar, namun bimbingan pemimpin revolusi dalam memberdayakan dan mengarahkan masyarakat memainkan peran penting, sebab rakyat Iran menilai pemimpin revolusi sebagai tokoh yang bijak dan dapat dipercaya. Mereka juga melihat pemimpin revolusi sebagai figur yang mengetahui problema negara dan akan berupaya maksimal untuk memajukan Revolusi Islam Iran.

Ideologi Islam bangsa Iran juga berperan signifikan dalam mendukung revolusi Islam. Perang melawan kezaliman merupakan kriteria penting agama Islam dan bangsa Iran menemukan manifestasi itu dalam kebangkitan Imam Husein as dan sahabatnya menentang kezaliman dan kerusakan pemerintahan Yazid bin Muawiyah. Revolusi Imam Husein as merupakan teladan kebangkitan bangsa Iran dalam melawan rezim despotik Syah dan pendukungnya.

Kebangkitan itu kini juga menjadi inspirasi rakyat Iran dalam menghadapi sistem hegemoni dan mendorong mereka untuk mendukung umat Islam di seluruh dunia dalam memerangi penindasan dan pendudukan. Menurut keyakinan umat Islam, dunia akan bebas dari kezaliman dan diskriminasi bersamaan dengan kebangkitan Imam Mahdi as. Keyakinan ini mendorong rakyat Iran menjaga revolusinya sebagai persiapan kebangkitan besar Imam Mahdi as.

Faktor-faktor tersebut menjadikan bangsa Iran sebagai bangsa revolusioner, solid, waspada, penuh semangat, cinta revolusi dan siap menjaganya. Selama delapan tahun perang yang dipaksakan rezim Saddam Hussein dan sekutunya, bangsa Iran dengan baik membuktikan kesetiaan mereka terhadap revolusi. Pada tahun-tahun yang sulit itu, ratusan ribu pemuda atas perintah Imam Khomeini ra terjun ke medan perang untuk membela revolusi dan Iran.

Di luar medan perang, bangsa Iran juga menanggung segala bentuk kesulitan dan kekurangan, namun pantang menyerah dalam membela cita-cita revolusi dan kedaulatan Iran. Setiap kali Revolusi Islam membutuhkan kehadiran dan partisipasi warga, mereka selalu siap dan waspada. Dalam setiap peringatan ulang tahun kemenangan Revolusi Islam Iran, bangsa Iran selalu menggelar aksi turun ke jalan-jalan dan membuktikan kesetiaan mereka dalam membela revolusi. Partisipasi rakyat dalam berbagai pemilu pasca kemenangan revolusi adalah bukti kesetiaan dan kesiapan mereka dalam menjaga revolusi. Sebagaimana dalam pemilu presiden Juni lalu, sekitar 85 persen pemilik hak suara ikut dalam pesta demokrasi itu.

Di antara kriteria sistem Republik Islam Iran dibanding sistem-sistem lain adalah posisi dan peran istimewa Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran. Dalam sistem ini, rahbar atau wali fakih adalah pakar agama Islam, figur yang adil, bertaqwa dan ahli manajemen. Secara undang-undang, rahbar merupakan posisi pertama dalam sistem Republik Islam Iran dan mengemban sejumlah tanggung jawab penting.

Dari sisi lain, wali fakih sebagai posisi religius menjalin interaksi dengan warga secara agamis, spiritualis dan penuh kasih sayang. Oleh karena itu, kepemimpinan dalam sistem Republik Islam Iran memiliki kedudukan istimewa. Keistimewaan kedudukan ini tampak jelas selama proses kemenangan Revolusi Islam. Pemimpin Revolusi Islam, Imam Khomeini ra adalah figur yang mendapat kepercayaan penuh warga dan kebangkitan rakyat hingga mencapai kemenangan terbentuk berkat kejeniusan imam.
Peran Rahbar dalam menghadapi berbagai tantangan pasca revolusi senantiasa menjadi pusat perhatian. Beberapa konspirasi berupa kudeta dan pemberontakan yang dimotori dari luar berhasil digagalkan berkat kewaspadaan Rahbar dan kesigapan rakyat.

Setelah kemenangan revolusi, Iran selalu menghadapi berbagai ancaman dari AS termasuk embargo ekonomi dan serangan militer. Namun Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei menjawab ancaman itu dengan penuh keberanian dan kepemimpinan dan selalu menegaskan sikap revolusi.

Serangan AS ke Irak dan Afghanistan sebagai dua negara tetangga Iran merupakan ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas negara Islam ini. Namun Rahbar dengan manajemen handal di bidang politik luar negeri berhasil mencegah terealisasinya konspirasi anti-bangsa Iran. Kini Republik Islam Iran selain tidak menghadapi gangguan akibat pendudukan Irak dan Afghanistan, tapi menurut mayoritas pengamat, peristiwa tersebut berhasil dijadikan peluang untuk membantu menyelesaikan krisis di negara tetangganya itu dan membuktikan posisinya di kawasan.

Kemajuan sains dan teknologi senantiasa menjadi faktor untuk meningkatkan kemampuan nasional dan pertahanan dalam menghadapi ancaman musuh. Oleh sebab itu, Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei selalu menegaskan peningkatan level ilmiah negara dalam mengembangkan sains dan teknologi. Berdasarkan perspektif cemerlang ini, Iran kini meraih kemajuan pesat di bidang teknologi Nano, medis, kloning, satelit, industri rudal dan peralatan pertahanan dan bidang-bidang industri penting lainnya. Tanpa ragu, keberhasilan Iran mencapai teknologi nuklir damai di tengah tekanan politik dan ekonomi Barat juga hasil dukungan Rahbar.

Konspirasi anti-Revolusi Islam terbaru Barat adalah perang lunak dan lagi-lagi berhasil digagalkan berkat kewaspadaan Rahbar dan rakyat Iran. Skenario busuk itu dilancarkan setelah pelaksanaan pemilu presiden pada Juni lalu dengan dalih kecurangan dalam pemilu. Mendengar itu, Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei langsung mengeluarkan perintah menangani masalah tersebut dalam koridor undang-undang. Di pihak lain, Rahbar membongkar skenario busuk itu di tengah propaganda luas Barat khususnya AS dan Inggris. Beliau menyerukan bangsa Iran untuk mewaspadai perang lunak musuh dan politik pecah belah Barat.

Faktor lain yang berhasil mencegah lahirnya krisis adalah Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Islam Iran. Dalam UUD secara jelas ditetapkan tugas-tugas lembaga negara dan hubungannya satu sama lain. Berdasarkan UUD, aturan-aturan Republik Islam Iran harus sesuai dengan syariat Islam dan Dewan Pengawal UUD dibentuk untuk memastikan hal tersebut. Selain itu, dibentuk Dewan Penentu Kebijakan Negara untuk menyelesaikan sengketa-sengketa legislatif dengan Dewan Pengawal UUD.

Dalam UUD Republik Islam Iran, Rahbar atau Wali Fakih merupakan rujukan tertinggi untuk menyelesaikan perselisihan, menciptakan koordinasi di antara lembaga negara dan menentukan kebijakan umum negara. Oleh sebab itu, undang-undang komprehensif ini menawarkan solusi legal untuk menyelesaikan barbagai masalah dan krisis.

Revolusi Islam Iran hingga kini berhasil melewati berbagai konspirasi dan hambatan. Memperhatikan esensi mencari keadilan dan memerangi kezaliman dalam revolusi ini, maka dapat dipastikan konspirasi-konspirasi musuh akan berlanjut. Kapasitas besar Republik Islam Iran termasuk bimbingan Rahbar, partisipasi rakyat dan implementasi UUD juga akan mengatasi berbagai skenario busuk musuh dan masalah internal.