Keindahan pengetahuan Ahlul Bait as

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Di salah satu ceramah saya di luar negeri, saya menjelaskan tentang sebagian dari doa Abu Hamzah Tsumali dengan judul "Faktor-faktor yang menjatuhkan masyarakat"

 

Setelah selesai acara, seorang Doktor datang menemui saya dan berkata, "Saya sangat senang dan menikmati."

 

Saya bertanya apa alasannya?

 

Dia berkata, "Bagi saya betul-betul menakjubkan bahwa Imam Sajjad as menyebutkan faktor-faktor yang menjadikan sebuah masyarakat jatuh hanya dalam satu kalimat doa.

 

Di situ beliau berkata, "Allahumma Inni A'udzubika Minal Kasali Walfasyali Walhammi Waljubni..." Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kekalahan dan kesedihan dan ketakutan.

 

Tidurku Bukan Wakil Imam!

 

Suatu hari saya sebagai tamu di sebuah daerah dan menginap di sana. Ketika mau tidur, kepada tuan rumah saya berkata, "Bangunkanlah saya ketika tiba waktunya shalat Subuh!"

 

Tuan rumah berkata, "Aneh! Anda sebagai wakil Imam Khomeini, mengapa berkata demikian?"

 

Saya berkata, "Pak, betul saya sendiri sebagai wakil Imam! Tapi tidurku bukan wakilnya Imam!"

 

Perhatikan Kondisi Pendengar

 

Ketika masa-masa awal saya di Kashan, tepatnya bulan Ramadhan. Di suatu malam setelah selesai berbuka puasa saya berceramah. Pada malam itu saya asyik berbicara dan acaranya begitu semarak dan agak lama.

 

Seseorang berdiri dan berkata, "Pak Qaraati! Sepertinya hari ini setelah Zuhur anda cukup beristirahat, mendapat undangan buka puasa dan cukup makan. Tidak seperti saya, hari ini saya banyak kerjaan, sangat lelah, berbuka puasa hanya dengan Ash asam (semacam bubur manado dan rasanya asam) sudah cukup. Lamanya anda bicara!?

 

Istikharah Saat Thawaf

 

Ketika saya tengah melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah, saya melihat sebuh al-Quran di atas Hijir Ismail. Saya kemudian mengambilnya lalu membukanya. Ayat yang muncul tentang pembuatan Ka'bah, "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"." (QS. 2: 127)

 

Pada saat yang sama terdengar bacaan ayat yang sama dan saya sangat menikmatinya. Setelah melaksanakan tawaf, saya kemudian melakukan shalat di belakah Maqam Ibrahim. Saya kembali membuka al-Quran dan ayat ini yang muncul, "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali"." (QS. 2: 126)

 

Pada waktu itu seorang teman duduk di sampingku dan memberikan sebuah pisang dan beberapa kacang. Saya berkata dalam hati, "Ayat yang saya buka tadi salah satu takbirnya adalah pemberian buah dan kacang ini." (IRIB Indonesia / SL)

 

Sumber: Khaterat Hujjatul Islam Qaraati, Jilid 1.

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description