Komunikasi dan Kerja Imam Bersama Rakyat

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Imam Khomeini dengan kekuatan ilahi dan keagungan yang dimilikinya senantiasa memperhatikan rakyat. Di hari-hari pertama ketika Imam tiba di Tehran dari Paris, Iran menjadi pusat perhatian dunia dan para pengamat politik. Iran yang tengah melewati saat-saat paling bersejarah. Semua begitu mengkhawatirkan apa yang akan terjadi di Iran. Dalam kondisi sensitif seperti itu, pekerjaan pertama yang dilakukan adalah pergi ke tengah-tengah rakyat dan berbaur dengan mereka.

 

Seorang pria tua berusia 80 tahun yang meninggalkan istirahat, tidur dan ketenangannya untuk rakyat dan memberikan waktunya untuk rakyat. Para politikus mendatangi beliau dan berkata agar beliau tidak meluangkan waktunya hanya untuk rakyat. Tidak hanya untuk mengunjungi dan dikunjungi rakyat. Beri waktu kepada para politikus, pemikir dan cendikiawan mendatangi beliau dan berbicara dengannya terkait pelbagai politik.

 

Sebagai jawabannya, Imam berkata kepada mereka, saya tidak punya urusan dengan para politikus, otak dan pentolan mereka. Saya punya urusan dengan rakyat. Kalau mereka mau datang, silahkan mendatangi rakyat. Mereka dapat memahami rakyat dengan benar. Menentukan kebijakan terkait rakyat dengan baik. Bila kita harus mendengarkan omongan para politikus, maka sampai saat ini kita masih harus duduk di Majlis non Nasional untuk mendengarkan pidatonya Bakhtiar (Perdana Menteri Iran).

 

Imam Khomeini ra datang dan berhadap-hadapan dengan rakyat . Antara beliau dan rakyat tidak ada pengamanan dan penghalang. Ratusan, bahkan ribuan kali disampaikan kepada beliau bahwa jiwa anda dalam bahaya. Tapi beliau menjawab, "Biarkan ada bahaya. Bila saya terbunuh, maka bangsa ini pula yang mendapatkan manfaatnya."

 

Tanpa pengamanan beliau berdiri di depan ribuan rakyat dan berbicara dengan mereka. Para wanita, pria dan anak-anak datang. Beliau memeluk, mencium dan membelai anak-anak, kemudian mengembalikan mereka kepada ibu dan ayahnya. Beliau berada di tengah-tengah rakyat dan melanjutkan pekerjaan dan usahanya bersama rakyat. Beliau sangat memperhitungkan rakyat dan kalian semua menyaksikan bagaimana beliau akhirnya menang.

 

Pidato dengan tema, pentingnya kewapadaan kolektif menghadapi konspirasi (24/5 1358 Hs)

 

Sumber: Madhe Khourshid, Entesharat Enqelab Eslami, 1391, cetakan pertama.

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description