Content with tag <em>imam khomeini</em>.

Pemikiran Imam Khomeini ra: Konspirasi Memarjinalkan Ulama dari Politik (Bagian Keempat)

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Sadarlah!

 

Kita semua dan seluruh generasi akan datang harus membuka mata dan telinga, sehingga setan tidak datang lagi untuk menggoda mereka bahwa "Wahai ulama, apa urusan kalian dengan politik? Wahai Ulama, mengapa kalian mencampuri urusan negara?" Ini adalah godaan setan dan sampai saat ini juga sedang menggelar godaannya dan menyebarkannya.

 

Dengan dasar ini, wajib kepada kalian para imam Jumat dan jamaah di Iran dan di seluruh negara Islam untuk menyadarkan masyarakat. Kalian harus memahamkan kepada mereka akan masalah ini bahwa ungkapan yang disebarkan di seluruh negara Islam "Ulama tidak boleh mencampuri urusan politik" adalah sebuah rencana kekuatan-kekuatan besar dan pelaksananya mereka yang ada di dalam negara-negara Islam. Jangan mendengar ucapan mereka!

 

Sampaikan kepada masyarakat sehingga mereka memahami ucapan tentang "Ulama harus meminggirkan dirinya dari politik" hanyalah sebuah sejarah masa lalu. Kita harus sadar dan memperhatikan masalah ini, bahkan generasi akan datang harus memahami masalah ini. Jangan sampai suatu waktu mereka melupakan jalan ini, jalan yang telah ditemukan saat ini oleh umat Islam. (Pidato di depan imam Jumat seluruh negeri, Sahifah Nour, jilid 13, hal 219)

 

* * *

 

Jangan Keluar dari Dunia Politik

 

Bila dari sejuta kemungkinan, kita memberikan satu kemungkinan bahwa kehormatan Islam dalam bahaya dengan kehadiran seseorang atau satu kalangan, maka kita punya kewajiban untuk mencegahnya, semampu kita. Apa yang mereka inginkan telah disampaikan kepada kita bahwa negara kita negara Mulla dan yang semacam ini. Tentu saja ini cara mereka untuk menyerang kita dan mengeluarkan kita dari dunia politik. Kita tidak akan keluar dari dunia politik! (Pidato di hadapan ulama, Sahifah Nour, jilid 16, hal 212)

 

* * *

 

Dampak Ulama Keluar dari Dunia Politik

 

Saya telah menyampaikan kepada kalangan ulama bahwa bila mereka meminggirkan diri dari dunia politik, maka hal itu, seperti yang terjadi dahulu kala, bangsa kita akhirnya dipisahkan dari tokoh-tokoh mereka. Setelah itu mereka melakukan apa yang diinginkan terhadap negara dan setelah itu mereka meninggalkannya. Perbuatan buruk apa saja yang mereka inginkan, telah mereka lakukan. Bila kalian wahai ulama, meninggalkan dunia politik, maka akan terjadi apa yang telah terjadi sebelumnya. (Pidato di depan kelompok minoritas Armenia, Yahudi dan Asyuri, Sahifah Nour, jilid 17, hal 80)

 

* * *

 

Peringatan Kepada Para Santri

 

Hendaknya semua waspada akan pemikiran pemisahan agama dari politik. Berusahalah agar pemikiran terkebelakang ini tidak sampai ke para santri. Ini satu masalah yang harus disampaikan kepada para santri bagaimana di periode pengaruh orang-orang yang berlagak suci, tidak mengerti, sederhana dan bodoh ada sekelompok ulama yang bangkit untuk menyelamatkan Islam, hauzah dan ulama dan mengorbankan dirinya. (Pesan Imam Khomeini kepada para marji Islam dan ulama seluruh negeri, Sahifah Nour, jilid 21, hal 92.)

 

* * *

 

Waspadai Revolusioner Palsu

 

Saya memperingatkan para santri, selain harus mewaspadai orang-orang yang menunjukkan dirinya ulama padahal tidak demikian, mereka juga harus mewaspadai pengalaman pahit berkuasanya orang-orang yang mengaku revolusioner. Orang-orang yang secara lahiriah seperti orang paling berakal, tapi tidak pernah berdamai dengan prinsip dan tujuan ulama. Mereka harus mengambil pelajaran dari peristiwa ini, sehingga jangan sampai pemikiran dan pengkhianatan mereka ini terlupakan, berempati terhadap mereka atau sederhana melihat masalah sehingga membuat mereka kembali ke jabatan-jabatan penting dan menentukan di Republik Islam Iran. (Pesan Imam Khomeini kepada para marji Islam dan ulama seluruh negeri, Sahifah Nour, jilid 21, hal 95)

 

* * *

 

Melemahkan Ulama, Konspirasi untuk Menjarah dan Membuat Negara Tidak Independen

 

Sadarlah! Bangsa kita harus sadar. Perhatikan setiap orang yang ingin menciptakan perselisihan dan setiap orang yang ingin melemahkan ulama pada dasarnya mereka tidak hanya fokus kepada ulama. Karena setelah ulama lemah, maka mereka akan melemahkan kalian.

 

Mereka sebenarnya ingin menyerang negara ini dan kemudian menjarah kekayaan negara ini, sementara tidak boleh ada yang menghalang-halangi perbuatan mereka, apalagi melawan. Kalian semua masih ingat sejak awal ketika Reza Khan berhasil mengkudeta dan sampai sekarang yang berada di barisan terdepan melawannya adalah ulama. Mereka disiksa, dipenjara dan diasingkan. Umat Islam senantiasa mengikuti mereka. Ketika umat Islam dipisahkan dari ulama atau sebaliknya, maka pada saat itu kekuatan-kekuatan besar akan gembira.

 

Para cendekiawan yang menolak menjadi anasir kekuatan-kekuatan besar, tapi perbuatan dan ucapan mereka pada gilirannya sama dengan tujuan yang ingin diraih kekuatan-kekuatan besar, harus sadar dan perlu mengetahui bahwa ini adalah negara Islam. Sebuah negara yang menjadi milik kalian. Negara ini independen dan tidak bergantung kepada satu negarapun. Oleh karenanya, mereka jangan berbuat sehingga kebergantungan yang telah terputus harus kembali lagi.

 

Hendaknya kalian mengajak ke Islam. Ajak orang untuk memperbaiki. Ajak untuk mempersenjatai diri. Dan ajak orang kepada budaya Islam.

 

Kalian selama lebih dari 50 tahun telah menyaksikan budaya Barat dan apa yang terjadi terhadap bangsa ini. Semua dikarenakan budaya Barat. Setiap penyimpangan yang terjadi pada para pemuda kita akibat budaya Barat.

 

Para cendekiawan harus memperhatikan dan memberikan kesempatan beberapa tahun untuk mencoba budaya Islam, setelah itu mereka bisa menyampaikan pendapatnya. (Pidato Imam Khomeini di hadapan kelompok Pasdaran yang akan berangkat ke medan tempur, Sahifah Nour, jilid 13, hal 196-197) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

 

Sumber: Rouhaniyat va Siyasat az Didgah Imam Khomeini ra, Rasoul Saadatmand, Qom, Tasnim, 1378, cetakan pertama.

 

Baca juga:

Pemikiran Imam Khomeini ra: Konspirasi Memarjinalkan Ulama dari Politik (Bagian Ketiga)

Pemikiran Imam Khomeini ra: Konspirasi Memarjinalkan Ulama dari Politik (Bagian Kedua)

Pemikiran Imam Khomeini ra: Konspirasi Memarjinalkan Ulama dari Politik (Bagian Pertama)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description