Pertemuan Tripartit tentang Korut dan Sikap Sepihak AS

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Wakil-wakil Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang pada Rabu (19/6) di akhir pertemuan mereka di Washington menyatakan bahwa jika Korea Utara mengambil langkah serius terutama pelucutan senjata nuklir, maka jalan untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan AS, Korsel dan Jepang akan terbuka.

 

Kementerian Luar Negeri AS dalam pernyataannya pada Rabu menegaskan bahwa Washington akan menghakimi berdasarkan tindakan Korut, bukan pernyataannya. Statamen tersebut menambahkan, Gedung Putih tetap komitmen dengan perjanjiannya yang didasarkan pada pernyataan bersama pada 19 September 2005 dalam perundingan Segi Enam, di mana salah satu tujuan utamanya adalah menghapus senjara nuklir di Semenanjung Korea secara damai.

 

Banyak pihak menilai pernyataan AS itu sebagai jawaban atas permintaan Korut pekan lalu di mana Pyongyang telah meminta Washington untuk berunding tanpa syarat guna menghapus ketegangan di Semenanjung Korea dan realisasi perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut.

 

Meski ada optimisme untuk melanjutkan perundingan dalam rangka menyelesaikan krisis di Semenanjung Korea dan ada keinginan AS, Korsel dan Jepang untuk berunding dengan Korut, tetapi para analis politik tidak melihat adanya perubahan dalam sikap kedua belah pihak khususnya AS dan Korut.

 

Sebelumnya, Korut menuntut pengambilan langkah bersama antara Washington dan Pyongyang untuk merealisasikan tujuan isi kesepakatan nuklir kelompok Segi Enam, namun tekanan AS dan sekutunya(Korsel dan Jepang) untuk pelucutan senjata nuklir sepihak yaitu hanya untuk Korut, menyebabkan perundingan Segi Enam terhenti.

 

Berdasarkan kesepakatan tersebut, anggota Kelompok Segi Enam yang meliputi AS dan sekutunya akan memberikan bantuan ekonomi kepada Pyongyang dan menjamin keamanan Korut sebagai pertukaran pelucutan senjata nuklir negara itu. Namun kebijakan berlebihan Amerika dan tuntutan Washington yang keluar dari isi kesepakatan itu telah mencegah terselesaikannya krisis di Semenanjung Korea dan bahkan telah meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

 

Kini situasi tersebut semakin parah dan rumit setelah Korut menggelar tiga ujicoba nuklir. Pasalnya, pasca ujicoba nuklir itu Dewan Keamanan PBB langsung mengeluarkan resolusi anti-Korut dan meningkatkan sankti terhadap Pyongyang. Kondisi Korut yang berbeda jauh dari tahun 2005 lalu dan menganggap dirinya sebagai satu kekuatan nuklir, telah mendorong negara itu untuk lebih percaya diri dan menentang segala bentuk langkah anti-Korut. Dan dengan posisinya yang baru tersebut, Pyongyang menuntut perundingan resmi dengan pihak-pihak yang bertikai.

 

Hingga kini tak satupun anggota Kelompok Segi Enam termasuk Rusia dan Cina sepakat dengan permintaan Korut untuk berunding. Bahkan perundingan antara Cina dan Korut baru-baru ini yang diwakili oleh Deputi Menteri Luar Negeri Cina, Zhang Yesui dan sejawatnya dari Korut, Kim Kye-gwan, hanya menegaskan penguatan hubungan bilateral antarkedua negara. Beijing menilai pelucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea akan menjamin perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.

 

Banyak analis politik menilai pernyataan Zhang dalam pertemuannya dengan Kim sebagai penentangan implisit Cina terhadap tuntutan Korut yang ingin diakui secara resmi sebagai sebuah kekuatan nuklir. Meski demikian, banyak kalangan politisi mengangap pernyataan terbaru Kementerian Luar Negeri Cina setelah dialog strategis antara Beijing dan Pyongyang sebagai langkah yang dapat diharapkan. Cina dalam pernyataannya terbaru mengkonfirmasikan kesepakatan Korut untuk melanjutkan perundingan Segi Enam atau menggelar segala bentuk dialog untuk menghapus konflik nuklir di negara itu.

 

Selama ini Korut berulangkali menegaskan bahwa penguatan kekuatan penangkal nuklirnya bertujuan mencegah ancaman nuklir AS, dan jika ancaman tersebut hilang, maka Pyongyang tidak memerlukan lagi senjata nuklir. Menurut pemerintah Korut, persetujuan Washington untuk menandatangani perjanjian damai dengan Pyonyang dan penarikan senjata-senjata atom Amerika dari Semenanjung Korea tidak hanya menyiapkan kondisi untuk pelucutan senjata nuklir Korut, tetapi juga pengosongan semenanjung tersebut dari senjata nuklir.

 

Namun sayangnya, tuntutan tersebut tidak disinggung dalam pertemuan Tripartit pada Rabu kemarin. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa sikap sepihak AS dan sekutunya akan tetap menjadi penghalang segala bentuk langkah untuk mencapai kesepakatan dalam menyelesaikan krisis di Semenanjung Korea. (IRIB Indonesia/RA/NA)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description