Nasrullah Menjanjikan Kemenangan Sama Seperti Kemenangan Perang 33 Hari
Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah), Sayid Hasan Nasrullah menyatakan, "Jika Suriah berhasil ditumbangkan oleh Amerika Serikat, kelompok takfiri dan anasir-anasirnya di kawasan, maka muqawama akan terkepung dan Israel akan terjun ke Lebanon untuk mendiktekan persyaratannya, dan Lebanon kembali akan jatuh ke tangan Israel."
FNA melaporkan, Nasrullah dalam pidatonya Sabtu 25 Mei mengatakan, "Jika pemerintah Suriah terguling, maka masalah Baitul Maqdis akan terlupakan dan bangsa-bangsa di kawasan akan melalui era-era sulit, gelap dan tragis."
"Sekarang, dalam perang yang terjadi, kami dihadapkan pada dua kelompok, pertama poros Barat dan Amerika Serikat yang meletakkan pion-pion takfirinya di medan pertempuran dan sekarang di ambang kehancuran, kelompok kedua adalah sebuah pemerintahan yang mendukung muqawama dan menyerukan perundingan. Hizbullah tidak mungkin bersama front yang meliputi Amerika Serikat, Israel dan pihak-pihak yang mendukung para penggali makam dan pemakan jantung," tutur Nasrullah.
Menurutnya, "Ini membuat kami menjadi target serangan media dan politik berbahaya, namun masalah ini tidak akan pernah tenang meski seandainya kami tidak terjun ke Suriah."
Ditegaskannya, "Tidak ada pihak yang dapat melontarkan tuduhan sektarian kepada kami dan sejumlah klaim tentang keluarga para syuhada itu tidak benar. Kami tidak mengirim para pemuda secara paksa ke medan tempur. Kami tidak perlu mengumumkan jihad, padahal jika kami mengucapkan dua kata saja, Anda akan menyaksikan puluhan ribu orang akan terjun ke medan perang."
Sekjen Hizbullah lebih lanjut menjelaskan, "Hizbullah di Bosnia dan Herzegovina juga bertempur membela umat Islam padahal di sana tidak ada Syiah."
Dikatakannya, "Saya punya surat dari para orang tua yang meminta ijin kepada saya untuk mengirim satu-satunya putra mereka ke medan tempur."
"Kami sedang menghadapi fase yang benar-benar baru, khususnya yang telah dimulai sejak beberapa pekan lalu yaitu pengokohan muqawama dan dukungan terhadapnya serta pengokohan Lebanon dan dukungan terhadapnya," tegasnya.
Mengakhiri pidatonya, Nasrullah menyatakan, "Kami tidak meminta siapa pun untuk membantu kami di medan pertempuran. Kami adalah orang-orang di medan ini dan kami akan membangun kemenangannya. Dengan kesabaran dan pengorbanan, kami akan menyempurnakan jalan ini dan dengan banyak pengorbanan pula kami akan melanjutkannya. Sama seperti ketika kami menjanjikan kemenangan kepada Anda dalam Perang 33 Hari, sekarang pun kami juga menjanjikan kemenangan yang sama."(IRIB Indonesia/MZ)