Praktik Pelacuran di Sinema Barat
Dari wanita penghibur full time, aktris, model, hingga wanita panggilan kelas atas yang memberi pelayanan seks pada pria-pria kaya di Cannes, dapat memperoleh penghasilan hingga 40.000 dolar semalam. Menurut pebisnis asal Lebanon, Elie Nahas – yang pada tahun 2007 ditangkap karena membuka bisnis "Selimut Hidup" alias prostitusi Cannes – mengaku penghasilan pekerja seks di saat Festival Film Cannes berlangsung benar-benar tinggi. Saat itu ia dapat mensuplai lebih dari 50 wanita cantik berkelas dari berbagai negara untuk ‘disuguhkan' kepada pria-pria Timur Tengah saat festival Cannes berlangsung.
Elie menjelaskan bahwa wanita panggilan kelas tinggi biasanya akan duduk di lobi hotel eksklusif Cannes dan menunggu para pria kaya turun ke bawah. Transaksi berlangsung dengan sangat mudah, hanya perlu menggunakan sinyal tangan maka si wanita akan langsung mengikuti si pria kaya. Namun uang dalam jumlah besar dapat lebih banyak diperoleh ketika si wanita dipanggil ke dalam kapal yacht, karena di sanalah banyak pria kaya tinggal untuk sementara saat festival berlangsung.
Elie Nahas baru-baru ini kepada majalah The Hollywood Reporter, mengaku menjalankan agen model, yang merekrut perempuan muda dari Amerika Selatan, Perancis, dan Eropa Timur. Ia memiliki kedekatan dengan anak Qadhafi, Mutassim Qadhafi, yang juga terlibat jaringan prostitusi papan atas di Perancis. Elie membangun jaringan prostitusi internasional yang menyuplai pekerja seks komersial kelas atas selama ajang Festival Film Cannes. Nahas bahkan pernah mengorganisasi pesta ulang tahun Mutassim pada tahun 2004 dengan biaya 1.100.000 euro. Pesta ini dihadiri oleh beberapa bintang Hollywood dan sekitar 20 model.
Para wanita yang diperkerjakan Nahas terutama direkrut selama Festival Film Cannes untuk melayani klien dari Timur Tengah, Arab Saudi, dan Kuwait. Para klien itu dikenal "murah hati" dan siap untuk membayar ribuan dolar untuk layanan yang diberikan. Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, Elie Nahas mengungkap semua rahasia kotor bagaimana model dan bahkan beberapa aktris Hollywood menjual diri kepada pria-pria kaya. Ia bahkan menyebut beberapa nama bintang terkenal seperti Brad Pitt, Angelina Jolie, dan Sharon Stone. Mereka semua menjadi anggota prostitusi yang ia dirikan.
Nahas – yang dipenjara selama 11 bulan setelah penangkapannya di Perancis dan kemudian dibebaskan karena kurangnya bukti – mengatakan, "Polisi Perancis tahu apa yang terjadi selama festival film, tapi mereka menutup mata. Mereka menangkap kami, sebab aku bekerja untuk Gadhafi." Nahas menyangkal dia menjalankan jaringan prostitusi tetapi mengakui ia mengatur para perempuan untuk datang ke Cannes selama festival. Tugas Nahas adalah untuk menjemput mereka di Bandara Internasional Nice, mengantar mereka ke pelabuhan di Cannes dan menempatkannya pada kapal kecil yang membawa mereka ke yacht Gadhafi, Che Guevara, dan kapal mewah lainnya.
Setiap tahun, wanita dari berbagai negara datang ke Cannes untuk menjual diri dan mereka memperoleh pendapatan yang tinggi. Kritikus film Amerika, Roger Ebert pada tahun 2010 mengatakan, "Para pelacur sangat menonjol di Cannes. Mereka orang-orang yang berpakaian rapi dan tidak merokok."
Pada tahun 2004, Nahas ketika mempersiapkan pesta ulang tahun Mutassim Gadhafi di Marrakesh, membayar penyanyi Spanyol, Enrique Iglesias sebesar 500.000 dolar untuk menghadiri pesta itu dan 50.000 dolar juga diberikan kepada artis Amerika Carmen Electra, dan Kevin Costner juga hadir di sana. Nahas menuturkan, "Mutassim Gadhafi pernah menyentuh Carmen. Bahkan, dia sedikit marah karena ia merasa tidak mendapat perhatian yang cukup dari Carmen." Ketika Nahas ditangkap, polisi Perancis menyita buku alamat yang berisi puluhan nama dan informasi kontak milik beberapa pangeran kaya dan penguasa di Timur Tengah.
Industri film Hollywood dengan memproduksi lebih dari 700 film per tahun menguasai sebagian besar sinema di seluruh dunia. Mereka dengan segala triknya mampu menyita perhatian para pemirsa dan meracuni mereka dengan perilaku-perilaku tak bermoral. Brandie Knight dalam bukunya Hollywood Under the Covers menulis, "Hollywood dari jauh, sebuah industri yang penuh kilauan, harta, dan popularitas, tapi ketika Anda mendekatinya, Anda akan menghadapi sebuah dunia yang penuh dengan kegelapan, skandal, dan hubungan-hubungan tak bermoral."
Sinema saat ini merupakan salah satu sarana terpenting seni dan industri untuk menyebarkan identitas,budaya dan ideologi. Media-media Amerika khususnya Hollywood, memiliki peran penting dalam meningkatkan budaya kekerasan di tengah masyarakat. Hollywood selalu berupaya mengajarkan dua unsur yaitu kekerasan dan ketakutan. Mayoritas tema yang menarik dari film Hollywood adalah aksi pembunuhan dan hubungan bebas. Terdapat banyak film Hollywood yang mempertontonkan kepada pemirsa aksi pembunuhan dan seksualitas.
Hollywood menjadikan perilaku amoral sebagai agenda utama mereka dan melancarkan serangan budaya ke berbagai negara dunia. Raksasa film ini gencar menyebarluaskan perilaku menyimpang dan berbahaya seperti, seks bebas, penggunaan narkotika, konsumsi alkohol, dan aksi bunuh diri. Hollywood telah dikenal luas sebagai pusat kebobrokan moral Barat. Meski adanya protes luas di tengah masyarakat, tapi para produser selalu berambisi untuk memperbanyak pendapatan dan menyuguhkan tontotan-tontotan yang tidak bermoral kepada pemirsa.
Para pemerhati masalah-masalah sosial di Barat menuntut pengawasan terhadap produk-produk Hollywood dan memperkenalkan wajah asli para bintang sinema itu kepada publik. Namun sayangnya, tuntutan itu tidak membuahkan hasil dan semakin hari kondisi di internal Hollywood semakin rusak. Kerusakan moral dan perilaku menyimpang di Hollywood bahkan mendorong kebanyakan wajah populer sinema di perusahaan itu untuk bereaksi. Seorang kritikus film Amerika, Roger Ebert mengatakan, "Setengah orang-orang di Hollywood tampaknya sedang menjalani pemulihan dari narkoba dan alkohol." Michael Kilian, penulis di Chicago Tribune, mengatakan, "Beberapa bintang Hollywood karena popularitas mereka secara terbuka menggunakan kokain."
Di mana pun kita menemukan penggunaan luas narkoba, kita biasanya juga akan menemukan prostitusi. Ini bukan rahasia bahwa ada banyak pelacur di Hollywood. Aktor Woody Harrelson mengakui, "Aku telah melihat begitu banyak orang tidur dengan orang yang mereka benci hanya untuk mencapai ambisi mereka." Banyak aktor dan aktris di Hollywood melacurkan diri untuk mendapatkan peran atau kedekatan dengan seseorang. Aktris Jenny McCarthy juga mengakui, "Los Angeles adalah tempat terburuk di dunia untuk memperoleh kenyamanan. Gadis-gadis yang pindah ke sana semakin melemah dan berubah menjadi kupu-kupu malam. Aku satu-satunya gadis dalam kelompok saya yang tidak tidur dengan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan."
Chris Hanley, produser lebih dari 20 film (American Psycho, The Virgin Suicides, dll), mengatakan, "Hampir setiap aktris terkemuka di semua film saya telah tidur dengan seorang direktur atau produser atau aktor utama untuk mendapatkan bagian yang melejitkan karirnya." Sementara itu, seorang penulis hiburan, Peter Keough menggambarkan Hollywood sebagai sebuah kota di mana semua orang akan menjual tubuh dan jiwa mereka untuk ketenaran dan keberuntungan, dan semua --- terutama perempuan --- dianggap komoditas.
Mengingat apa yang terjadi di Hollywood, maka sungguh mengherankan bahwa eksploitasi seksual menjadi lebih dan lebih dapat diterima di dunia? Lalu mengapa kita heran dengan peningkatan epidemi penyakit menular seksual? Tingkat perceraian yang tinggi? Tingkat bunuh diri remaja yang terus melonjak? Apakah mengherankan jika kita memiliki angka kelahiran di luar nikah tinggi? Begitu banyak gadis-gadis muda menjadi ibu? Sebagai masyarakat, kita tidak hanya perlu belajar bagaimana untuk secara logis mempertahankan nilai-nilai moral, tapi setelah kita belajar, kita juga harus mengajarkan anak-anak kita. (IRIB Indonesia)