Mengenang Bapak Geografi Modern Iran

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

 

Tanggal 19 Juli 2012, masyarakat ilmiah Iran dirundung duka yang mendalam atas meninggalnya peneliti dan bapak geografi modern Iran Mohammad Hassan Ganji pada usia 100 tahun di Tehran. Profesor Ganji meninggal dunia karena pendarahan otak setelah menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Tehran. Dia lahir di Birjand, Provinsi Khorasan Selatan pada 11 Juni 1912. Ganji belajar sejarah dan geografi di Sekolah Shokatieh di kota kelahirannya, dan kemudian menyelesaikan studinya di Tehran. Mengingat catatan akademik dan pengetahuan bahasa Inggrisnya sangat baik, Ganji kemudian pergi ke Victoria University di Manchester, Inggris, untuk mempelajari geografi dan klimatologi.

 

Ganji mendapatkan gelar BA dalam geografi dari universitas tersebut pada tahun 1938. Ganji sempat berkeliling Inggris dan juga mengunjungi beberapa negara Eropa lainnya sehubungan dengan studinya. Dua mata kuliah di Manchester adalah kepentingan istimewa bagi Ganji, yaitu klimatologi dan kartografi. Selama di Manchester, Ganji menjadi sangat percaya akan pentingnya ilmu iklim sebagai faktor dalam memproduksi lanskap yang berbeda serta berbagai bentuk kehidupan di permukaan bumi. Ganji memiliki banyak kesempatan untuk melihat dan merefleksikan pengaruh cuaca dan iklim di permukaan bumi. Akhirnya, ia menjadi seorang ahli geografi yang berkomitmen.

 

Pada tahun 1952, Ganji menerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Clark University, Amerika Serikat, di mana ia memperoleh gelar PhD dalam mata pelajaran geografi dan klimatologi. Ganji mengajar di Universitas Tehran selama 37 tahun sebelum pensiun dengan gelar kehormatan pada tahun 1975. Dia adalah akademisi pertama yang mengajarkan geografi modern di universitas Iran. Dia juga mendirikan Organisasi Meteorologi Iran pada tahun 1955 dan menjalankan organisasi ini selama beberapa tahun.

 

Selain itu, Ganji bekerja sama dengan Pusat Ensiklopedia Islam (CGIE) di Tehran dari tahun 1985 sampai kematiannya. Peneliti senior ini juga menjadi anggota tetap Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) karena kontribusinya di dunia geografi dan prestasi yang dicapai di bidang keahliannya. Pada tahun 2001, Profesor Ganji terpilih sebagai pemenang WMO Prize.

 

Tidak hanya di Iran, reputasi Ganji juga menanjak tajam di luar negeri. Pada sesi pembukaan Kongres Persatuan Geografi Dunia (IGU) ke-29 di Seoul, Korea Selatan pada Agustus 2000, nama Ganji adalah salah satu dari sekelompok kecil ahli geografi yang dipuji atas jasa-jasanya dalam mempromosikan tujuan IGU. Dia berdiri untuk menerima tepuk tangan lebih dari 2.000 pakar geografi dari seluruh dunia. Semasa hidupnya, Ganji dikenal bertutur kata baik, tenang dan persuasif, selalu sopan dan tidak pernah agresif.

 

Ganji tidak pernah berhenti bekerja sama dengan Badan Meteorologi Iran dan merupakan wakil tetap pemerintah di IRIMO. Karya-karyanya diburu oleh berbagai pihak dan dia telah memberi masukan di berbagai bidang. Ia adalah mahasiswa Iran pertama yang menerima pelatihan sistematis dalam geografi dan klimatologi di sebuah universitas Eropa dan akhirnya ia diberi jabatan instruktural dalam bidang geografi. Ganji telah menerbitkan beberapa buku, termasuk buku Atlas Iklim Iran dan menulis lebih dari 130 artikel dalam bahasa Persia dan Inggris. Dia juga mendidik banyak sarjana dan master ilmu geografi selama karir akademisnya.

 

Kekeringan yang merusak kota kelahirannya pada awal tahun 1940, telah meninggalkan kesan yang mendalam di pikiran Ganji. Pada tahun 1940, Ganji menerbitkan karya pertamanya "Kekeringan di Ghayenat." Ini adalah pendekatan nasional pertama untuk pembahasan fenomena iklim yang berulang kali mengubah lanskap dan kehidupan warga negara. Ketika di Clark University, Ganji menulis tesis berjudul "Sebuah Kontribusi terhadap Klimatologi Iran". Ini adalah catatan komprehensif pertama dari klimatologi Iran berdasarkan data yang ada di dalam dan luar Republik Islam.

 

Ketika ia kembali ke Tehran dan kembali mengajar di universitas, Ganji memperkenalkan sebuah program tentang iklim Iran yang didasarkan pada karya yang telah dituliskannya untuk disertasi. Pada tahun 1955, Ganji pergi ke Washington DC dalam kapasitas sebagai penasihat sebuah komite pemerintah untuk bernegosiasi dengan panitia yang sama dari Afghanistan terkait sengketa sebuah sungai perbatasan yang memisahkan kedua negara. Setelah itu, Ganji diperintahkan untuk segera kembali ke Iran, karena pemerintah telah mengangkatnya sebagai Dirjen Departemen Meteorologi.

 

Setelah tiba di bandara Tehran, Ganji disambut oleh Dr Pramanik, ahli Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) yang ditugaskan ke Iran untuk menasihati dan membantu pemerintah dalam membangun Departemen Meteorologi. Sebuah Keputusan Dewan Menteri telah dikeluarkan dan Ganji ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Departemen Meteorologi Iran (IMD) untuk jangka waktu tiga tahun, sambil terus aktif mengajar di universitas. Sejak masa itu, Ganji aktif mengembangkan kesadaran masyarakat akan pentingnya IMD. Dia mencoba untuk meningkatkan kesadaran itu dengan memberikan ceramah di radio dan televisi.  

 

Pada Februari 1951, Ganji ditugaskan oleh universitas untuk berpartisipasi dalam sebuah komite khusus dari Departemen Pendidikan Tinggi untuk mempersiapkan sebuah program pelatihan prakiraan meteorologi. Dalam pertemuan pertama itu, Ganji bertemu dengan kepala Departemen Penerbangan Sipil yang baru didirikan dan seorang ahli asal Norwegia, Dr Anda. Selama mempersiapkan program itu, Ganji mulai berkenalan dengan aspek baru meteorologi, yaitu meteorologi dalam pelayanan penerbangan.

 

Keterlibatan Ganji di universitas sebagai ahli geografi dan klimatologi dan tugasnya sebagai Dirjen IMD, membuatnya memiliki akses mudah ke semua informasi yang ia butuhkan. Institut Geografis Universitas Tehran dipimpin oleh ahli geografi terkenal, Dr Ahmed Mostowfi. Ganji dan Mostowfi memutuskan bahwa kedua lembaga bersama-sama harus menyiapkan sebuah proyek dan akhirnya menerbitkan atlas iklim Iran. Sebuah tim mahasiswa kartografi dibentuk di universitas dan Ganji membuat sebuah tim yang sama di IMD untuk menyiapkan angka dan diagram. Ini adalah tugas monumental dan memakan waktu dua tahun untuk menyelesaikan proyek tersebut. Atlas itu diterbitkan pada tahun 1960 dan tetap menjadi sumber utama referensi, baik di dalam maupun luar negeri.

 

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam pesannya, menyoroti peran Profesor Ganji dalam bidang geografi, yang telah mengharumkan nama Iran di dunia. Prosesi pemakaman Ganji dimulai di Universitas Tehran, di mana para akademisi dan pejabat pemerintah berkumpul untuk mengucapkan perpisahan. Berdasarkan keinginan terakhir dan surat wasiat, Ganji dimakamkan di Birjand, kampung halamannya. Selamat jalan Bapak Geografi Modern Iran.(IRIB Indonesia)

Tags:


1Comments

Comments

Name
Mail Address
Description