Pengakuan Gadis Tunisia yang Ditipu untuk Jihad Nikah di Suriah

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Salah seorang gadis Tunisia yang masuk ke perangkap kelompok-kelompok teroris dan dikirim ke Suriah dengan dalih Jihad Nikah kepada salah satu media menceritakan pengalaman pahitnya.

 

Stasiun TV Alalam (29/5) melaporkan, gadis 20 tahun asal Tunisia yang memperkenalkan dirinya dengan nama Aisyah mengatakan, "Seorang wanita Tunisia 38 tahun keluar masuk universitas atau tempat-tempat lainnya di negara itu untuk mencari gadis-gadis yang akan diberangkatkan ke Suriah."

 

Ditambahkannya, "Wanita itu berhasil memperdaya beberapa gadis Tunisia yang salah satunya berusia sekitar 10 tahun."

 

Menurut Aisyah ia tidak diizinkan mempelajari apapun selain apa yang diajarkan kepadanya.

 

"Wanita itu berupaya meyakinkan para mahasiswi untuk meninggalkan bangku kuliah dan untuk menegakkan bendera Islam siap syahid di Suriah, karena ini lebih baik dari kehidupan sekarang," paparnya.

 

Aisyah mengaku memiliki informasi, setidaknya dua gadis Tunisia telah dikirim ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok bersenjata.

 

Wanita yang disebut Aisyah itu meminta salah seorang gadis Tunisia yang berhasil ia tipu untuk menikah dengan salah satu teroris di Suriah.

 

Aisyah mengatakan, ayahnya mengetahui niat keberangkatannya ke Suriah setelah ia mengenakan cadar dan mengemas barang-barang. Tak lama setelah itu, ibu Aisyah mengumpulkan seluruh anggota keluarga untuk meyakinkannya bahwa Islam adalah agama cinta dan kasih sayang.

 

Sebelumnya Aisyah berpikir bahwa ia dan gadis-gadis Tunisia lain yang berjumlah 13 orang akan berangkat menuju surga, akan tetapi berkat bantuan keluarganya ia sadar telah terperangkap tipuan agen-agen Wahabi.

 

Surat kabar Al Hayat terbitan London, Maret lalu melaporkan, dikeluarkannya fatwa-fatwa Jihad Nikah di Tunisia telah memicu kontroversi di negara itu. (IRIB Indonesia/HS)



 

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description