Krisis Politik di Irak dan Strategi Jalal Talabani

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Jalal Talabani, Presiden Irak kembali menekankan dialog dan perundingan nasional untuk keluar dari krisis internal negara ini. Talabani pada hari Senin (28/5) menandaskan, krisis politik di Irak hanya akan tuntas dengan kesepakatan dan kerjasama seluruh kubu di negara ini. Ia juga menegaskan bahwa dialog nasional merupakan solusi tunggal yang mampu menjalankan politik da program masa depan guna menjalankan roda pemerintahan negara ini.

 

Ia mengungkapkan tekadnya untuk mengerahkan segenap kemampuannya untuk mendorong berbagai kubu politik negaranya agar bersedia berunding dan menyelesaikan friksi yang ada secara damai.

 

Iklim politik di Irak pasca perilisan surat penangkapan Tariq al-Hashimi, wakil presiden yang didakwa terlibat dalam kasus teror di Irak semakin keruh. Krisis politik di negara ini sepertinya tambah menghebat. Kasus ini juga dimanfaatkan kubu oposisi asing Irak seperti Arab Saudi, Qatar, Turki dan Arab Saudi untuk merongrong pemerintah Baghdad dengan menggunakan anasir dalam negeri serta merusak persatuan nasional di negara ini.

 

Friksi antara kubu politik Irak yang dimotori oleh Arab-Barat serta Turki sepertinya tidak boleh dibuat main-main. Contoh nyata adalah sikap dari Ketua Parlemen Irak, Osama al-Nujaifi yang juga terseret dalam strategi Barat-Arab dan memihak kubu oposisi dengan melontarkan rencana penolakan mosi percaya kepada Perdana Menteri Nouri al-Maliki di parlemen.

 

Sebelumnya Presiden Irak, Jalal Talabani juga bertemu dengan Perdana Menteri Nouri Maliki dan menilai dialog antar kubu politik negara ini merupakan solusi tunggal untuk menyelesaikan krisis di negara ini. Di pertemuan ini, Talabani menilai solusi untuk menyelesaikan friksi  dan krisis politik nasional adalah dengan menggelar dialog langsung antar kubu.

 

Sementara itu, Maliki di pertemuan ini juga menyatakan dukungannya atas prakarsa Talabani. Ia pun menilai peran presiden dalam mengakhiri krisis politik cukup positif. "Undangan Talabani terhadap seluruh kubu politik negara ini untuk menggelar dialog langsung guna mengakhiri krisis politik menunjukkan tekad presiden untuk menegakkan stabilitas keamanan di Irak," tegas Maliki.

 

Di sisi lain peran menentukan sejumlah tokoh dan keberhasilan pemerintah Irak di transformasi regional serta partisipasi rakyat membuat transformasi di negara ini mengalami pergeseran. Artinya harapan Barat dan Arab ternyata keliru. Strategi mereka bukannya gagal menekan pemerintah Baghdad, bankan kini dukungan terhadap pemerintah Nouri al-Maliki semakin besar, khususnya dari rakyat.

 

Sejatinya seruan Talabani ini sebagai peringatan bagi kubu politik Irak untuk menyelesaikan friksi mereka secara damai dan mencegah intervensi asing yang akan merusak kepentingan nasional. (IRIB Indonesia/MF)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description