Bukti Keterlibatan Saudi dalam Kerusuhan di Irak

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Sejumlah antek Arab Saudi kini mendekam di penjara-penjara Irak dan sebagiannya divonis mati oleh pengadilan karena terlibat dalam berbagai serangan teroris di negara itu. Banyak bukti kuat menunjukkan intervensi Riyadh dalam urusan internal Baghdad.

 

Sumber-sumber media menyebutkan bahwa lima warga negara Saudi divonis mati karena melakukan berbagai serangan terorisme di Irak. Bahkan tiga dari mereka akan segera dieksekusi.

 

Koran Okaz terbitan Saudi memuat lima nama warga Saudi yang ditangkap di Irak dan menyebutkan keterlibatan mereka dalam berbagai serangan terorisme di Negeri Seribu Satu Malam itu.

 

Terorisme menjadi salah satu masalah terpenting terkait keamanan dunia pada beberapa tahun terakhir. Perang melawan terorisme juga menjadi slogan para pengklaim pembela demokrasi dan bahkan menjadi alat untuk menekan sejumlah negara seperti Irak.

 

Perang melawan kelompok-kelompok teroris merupakan salah satu simbol utama kebijakan internasional di awal abad ke-21 sebagai buntut dari peristiwa penyerangan terhadap gedung kembar World Trade Center New York pada 11 September 2001. Kemudian masalah ini masuk ke dalam literatur kebijakan internasional dan dengan berlalunya waktu menjadi alat penting untuk memenuhi kepentingan kekuatan-kekuatan dunia dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

 

Irak adalah salah satu negara di Timur Tengah yang pernah diduduki oleh kekuatan-kekuatan trans-regional dengan dalih memerangi teroris dan hingga kini terorisme dijadikan sebagai alat untuk menyabotase dan menekan pemerintahan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki.

 

Sementara itu, Saudi menjadi pihak yang selalu dituding terlibat dalam serangan dan pemboman di Irak. Para pejabat Baghdad berulang kali memperingatkan tentang keterlibatan sejumlah negara tetangga Irak termasuk Saudi dalam operasi terorisme di negara itu.

 

Intervensi Saudi terhadap urusan internal Irak tampak jelas ketika pengeluaran surat perintah penangkapan terhadap Tariq al-Hashimi, Wakil Presiden Irak yang menjadi buron pemerintah Baghdad. Al-Hashimi yang didakwa terlibat dalam berbagai serangan teroris dan pengeboman di kota-kota Irak mendapat dukungan penuh dari rezim Al Saud. Bahkan dukungan itu semakin kuat ketika pengadilan Irak mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya.  Dalam hal ini, sejumlah pangeran Saudi bekerjasama langsung dengan al-Hashimi. 

 

Setelah al-Hashimi melarikan diri ke Turki, Arab Saudi dengan dukungan sejumlah kekuatan trans-regional khususnya Amerika Serikat menyuplai dana dan senjata kepada para teroris untuk menyulut instabilitas di Irak supaya dapat menjegal keberhasilan pemerintahan al-Maliki. Tertangkapnya antek-antek Saudi di Irak dan vonis mati terhadap sebagian dari mereka membuktikan intervensi Riyadh dalam mengobarkan ketidakamanan di Irak.

 

Saudi mendukung penuh para teroris yang aktif di Irak dan bahkan mengirim antek-anteknya untuk mendukung kebijakan AS di kawasan. Dengan kata lain, Washington yang mengklaim memerangi terorisme di dunia ternyata menggunakan teroris untuk memenuhi ambisi-ambisinya. (IRIB Indonesia/RA/NA)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description