Tekad Kuat Rakyat Mesir Bela Revolusi

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Bundaran al-Tahrir hari Selasa (19/6) kembali menjadi arena demonstrasi jutaan warga Mesir. Berbagai lapisan masyarakat mulai dari kubu politik, partai bahkan anggota parlemen pun turut berbaur dengan rakyat serta meneriakkan slogan anti junta militer. Beberapa waktu lalu Dewan Tinggi Militer yang berkuasa di Mesir melakukan sejumlah manuver politik terhadap proses politik di negara ini. Tindakan Dewan Militer ini dinilai sebagai kudeta.

 

Dewan Tinggi Militer Mesir setelah dibubarkannya parlemen dan perilisan undang-undang penyempurna guna membatasi wewenang presiden, kini malah membentuk Dewan Tinggi Pertahanan Nasional. Dengan demikian control penuh keamanan negara berada di tangan mereka. Rencananya yang duduk di Dewan Keamanan Tinggi Pertahanan Nasional adalah presiden dan enam belas orang lainnya termasuk menteri keamanan dan sepuluh komandan militer. Dewan ini disebut-sebut bertanggung jawab menciptakan keamanan negara.

 

Dengan demikian berbagai bukti menunjukkan ambisi besar Dewan Tinggi Militer untuk tetap berada di puncak kekuasaan Mesir.  Sejumlah peristiwa dalam beberapa hari terakhir khususnya keputusan yang diambil junta militer mengindikasikan dengan kuat bahwa militer enggan melepas kekuasaannya di Negeri Piramida ini.

 

Meski Dewan Tinggi Militer pernah berjanji akan menyerahkan tampuk kekuasaan pada presiden terpilih hingga 30 Juni, namun dari berbagai indikasi yang ada menunjukkan bahwa Junta Militer Mesir tengah kasak-kusuk untuk memulihkan dan mengokohkan posisinya. Sejak sebelum era kekuasaan Gamal Abdul Nasser, mantan presiden Mesir, militer di negara ini termasuk salah satu pilar utama di proses politik Kairo. Hampir seluruh presiden Mesir di beberapa dekade lalu adalah militer dan separuh nadi ekonomi Kairo berada di tangan militer.

 

Di kondisi seperti inilah revolusi besar meletus di Mesir dan Hosni Mubarak, sang diktaror terguling berusaha mengontrol keadaan. Sebelum lengser ia membentuk Dewan Tinggi Militer yang diketuai oleh Husein Tantawi untuk menjalankan roda pemerintahan. Sejak satu setengah tahun lalu, militer bukannya berusaha mensukseskan tujuan revolusi malah menjamin kepentingan sisa-sisa anasir rezim terguling.

 

Meski diawal kemenangan revolusi, militer di sejumlah sikapnya terlihat condong ke tuntutan rakyat, namun sedikit demi sedikit mulailah kelihatan belangnya. Ternyata Dewan Militer masih terikat dengan rezim terguling. Perilisan vonis ringan bagi Mubarak dan anak-anaknya membuat geram rakyat. Padahal Mubarak dituding melakukan kejahatan anti rakyat. Belum lagi pembubaran parlemen rakyat serta pemunculan Ahmad Shafiq, sisa anasir rezim terguling menunjukkan indikasi kuat ambisi militer untuk merampas revolusi.

 

Kini Junta Militer merilis undang-undang penyempurna dan membentuk Dewan Pertahanan Nasional  guna mengokohkan posisinya dan membatasi kewenangan presiden. Sejatinya tindakan mereka ini telah menurunkan derajat seorang presiden dan menjadikannya sebagai pemimpin boneka. Hal ini dipahami sepenuhnya oleh rakyat revolusioner dan seluruh kubu politik. Oleh karena itu, kubu enam April yang menjadi cikal bakal revolusi di Mesir bersama-sama kubu Islam seperti Ikhwanul Muslimin dan Partai Keadilan dan Kebebasan menyeru rakyat untuk kembali menunjukkan perjuangannya membela revolusi dengan berkonsentrasi di bundaran al-Tahrir.

 

Uniknya lagi, Muhammad Mursi yang dilaporkan menang di pemilu oleh sumber tak resmi Mesir menandaskan jika dirinya menang dan menjadi presiden maka ia akan melakukan sumpah jabatan di bundaran al-Tahrir di depan jutaan rakyat. Sementara itu, Dewan Militer menekankan bahwa kandidat manapun yang menang harus melakukan sumpah jabatan di depan Mahkamah Konstitusi dan Dewan Tinggi Militer.

 

Ini artinya presiden Mesir harus mengambil legalitas dari militer dan bukannya rakyat. Namun Mursi menekankan akan mengambil legalitasnya dari rakyat. Hal ini menjadi isu terpanas di Mesir saat ini. Sementara itu, seluruh rakyat negara ini tengah menanti peristiwa yang akan terjadi di Mesir di waktu mendatang. Di sisi lain, mereka menyadari sepenuhnya konspirasi baru militer, oleh karena itu mereka menekankan tidak akan meninggalkan perjuangannya melawan konspirasi busuk yang mengancam revolusi. (IRIB Indonesia/MF)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description