Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Selasa, 17 Mei 2016 12:58

Pelanggaran HAM di Bahrain

Laporan lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) Bahrain terkait pelanggaran nyata HAM oleh rezim Al Khalifa, kesepakatan pengadilan banding terkait vonis empat demonstran serta statemen ulama Bahrain mengutuk kebijakan penumpasan rezim Al Khalifa termasuk transformasi terpenting di negara ini.

Oleh: Sumarwoto

 

Nama Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kembali muncul dalam pemberitaan berbagai media massa seiring dengan rencana eksekusi mati tahap ketiga yang akan segera dilaksanakan oleh Kejaksaan Agung.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, dalam pertemuan dengan para duta besar dan perwakilan Iran di luar negeri, pada konferensi bertajuk "JCPOA dan Ekonomi Resistensi, Peluang dan Kapasitasnya", menyatakan bahwa Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) bukan berarti pihak seberang akan atau telah menepati komitmen mereka.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) meminta PBB untuk melaksanakan resolusi yang diadopsi pada tahun 1948 terkait hak kembali pengungsi Palestina ke tanah airnya bertepatan dengan peringatan ke-68 Hari Nakba (Hari Bencana).

Tujuh tahun menjadi pengidap diabetes tipe II membuat Tapian Manulang (40) tak memiliki banyak pilihan untuk hidup semaunya. Pola makan sehat dan rutin mengonsumsi obat sudah menjadi aktivitas keseharian.

 

Akan tetapi, hidup dengan pola seperti itu tak juga membuat dia bebas dari diabetes. Bahkan, dampak diabetes sudah menyebar sehingga terjadi komplikasi pada mata Tapian. Sudah rabun, tubuhnya tetap saja sering lemas.

Mufti Arab Saudi dan anggota tetap Dewan Fatwa, Syeikh Saleh Al Fawzan menyerukan penyebarluasan pemikiran Wahabi di berbagai wilayah dunia.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dalam kunjungan terbarunya ke Arab Saudi, tiba di Riyadh pada Sabtu (14/5). Dia bertemu dengan mitra tuan rumah Adel al-Jubeir, membahas transformasi terbaru di Suriah. Kedua pejabat tinggi AS dan Saudi itu juga membicarakan hubungan kedua negara dan mekanisme perluasan serta pengokohannya di semua bidang, juga bertukar pendapat soal berbagai isu kolektif regional dan global.

Minggu, 15 Mei 2016 10:22

Andai Bung Masih Ada...

Oleh: M Subhan SD

 

Presiden Soekarno berkali-kali memprotes filsuf Inggris Bertrand Russell (1872-1970). Russel memilah umat manusia menjadi dua: penganut ajaran Deklarasi Kemerdekaan Amerika atau penganut ajaran Manifesto Komunis.

 

”Maafkan Lord Russel, saya kira tuan melupakan sesuatu. Saya kira tuan melupakan adanya lebih seribu juta rakyat, rakyat Asia dan Afrika, dan mungkin pula rakyat Amerika Latin yang tidak menganut ajaran Manifesto Komunis atau Declaration of Independence...” ujar Bung Karno.

 

”Sesuatu itu kami namakan Pancasila,” tandas Bung Karno.

Telah 68 tahun berlalu sejak pendudukan Palestina oleh rezim Zionis Israel. Hari yang bertepatan dengan deklarasi rezim penjajah Israel itu dinamakan dengan Hari Nakba, atau Hari Petaka. Hari Nakba diperingati pertama kali pada 14 Mei 1948 bersamaan dengan berbagai kejahatan bengis rezim Zionis terhadap bangsa Palestina.

Rakyat Yaman pada hari Jumat (13/5/2016) turun ke jalan-jalan di ibukota Sanaa untuk memprotes intervensi dan kehadiran pasukan Amerika Serikat di negara itu. Mereka mengecam serangan koalisi agresor pimpinan Arab Saudi ke Yaman dan menolak segala bentuk keterlibatan AS.