Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Sabtu, 04 Juni 2016 14:17

Ini Reaksi Sekjen PBB atas Aksi Ilegal Israel

Ini Reaksi Sekjen PBB atas Aksi Ilegal Israel

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki moon menekankan berlanjutnya pembangunan distrik Zionis merupakan langkah ilegal berdasarkan konvensi internasional dan Israel harus mengakhiri kebijakannnya yang bertumpu pada perluasan distrik Zionis dan perusakan rumah-rumah warga Palestina.

 

Ban Jumat (3/6) dalam kata sambutannya di pembukaan Konferensi Paris terkait Palestina mengatakan, pertemuan ini digelar di saat dunia setelah bertahun-tahun pendudukan Palestina oleh Israel masih dicekam kekhawatiran mendalam terkait ketidakmampuan menyelesaikan krisis Palestina.

 

Sikap Ban di Konferensi Paris terkait krisis Palestina sama halnya dengan kelanjutan sikap global terkait langkah ilegal Israel. Sementara itu, kritik petinggi internasional terhadap rezim Zionis selama proses Konferensi Paris secara praktis berubah menjadi ajang kritik dan protes terhadap rezim penjajah al-Quds, padahal sejak awal konferensi ini ditujukan untuk mendukung Israel dan membebaskan Tel Aviv dari keterkucilan internasional.

 

Bahkan di statemen akhir Konferensi Paris, pembangunan distrik Zionis disebut sebagai kendala utama bagi penerapan perdamaian di kawasan dan ditekankan pula bahwa kebijakan ini harus segera diakhiri. Statemen akhis sidang Paris menekankan bahwa distrik Zionis dan eskalasi bentrokan merupaka dua faktor yang mengancam mekanisme internasional untuk menerapkan perdamaian di Timur Tengah.

 

Sikap Ban muncul akibat sikap keras kepala Israel memperluas distrik Zionis dan sebagai protes global terhadap kebijakan haus perang serta ekspansif Israel. Penekankan kabinet baru Israel memperluas distrik Zionis di berbagai kawasan Palestina mengindikasikan babak baru kebijakan ekspansif rezim ini menyusul semakin ekstrimnya kabinet yang dibentuk setelah Avigdor Lieberman ditunjuk sebagai menteri peperangan baru.

 

Ekspansi merupakan salah satu dasar rezim Zionis Israel dan strategi ini menjadi poros seluruh aktivitas partai dan kubu di rezim ilegal ini. Oleh karena itu, setiap kabinet yang dibentuk di Israel menetapkan ekspansi distrik Zionis sebagai agenda kerjanya.

 

Tujuan rezim Zionis membangun distrik Zionis di berbagai wilayah Palestina adalah untuk mengubah demografi di berbagai kawasan tersebut sehingga menguntungkan Tel Aviv. Israel melalui aksinya ini juga berencana mengubah struktur geografi wilayah Palestina dan memberikan citra Zionis terhadap wilayah ini sehingga hegemoninya di wilayah Palestina semakin langgeng.

 

Rezim Zionis Israel aktif melancarkan aksi agresifnya di berbagai kawasan Palestina, padahal menurut konvensi internasional seperti konvensi Jenewa, Tel Aviv dilarang melakukan berbagai aksi aneksasi dan perampasan di berbagai wilayah Palestina. Di sisi lain, resolusi PBB seraya mengecam aksi Israel membangun distrik Zionis di wilayah Palestina, juga menuntut pembubaran distrik tersebut.

 

Di kondisi seperti ini, sikap keras kepala Israel melanjutkan kebijakan ekspansifnya menuai reaksi luas di dunia dan domain protes ini mulai merambah negara-negara Barat yang tercatat sebagai pendukung Tel Aviv. Namun poin yang patut untuk direnungkan terkait distrik Zionis adalah sikap bersahabat pemerintah barat dan Otorita Ramallah terhadap perilaku ekspansif Israel. Tak diragukan lagi sikap seperti ini sama halnya dengan memberikan lampu hijau bagi berlanjutnya kebijakan buas Israel tersebut.

 

Sejatinya penyelenggaraan sidang seperti Konferensi Paris bukan saja tidak membantu penyelesaian krisis Palestina, bahkan sidang seperti ini malah membuat Israel semakin leluasa melancarkan kebijakan ekspansifnya. Penekanan pejabat Israel terkait kebijakan ekspansif dan alokasi bujet lebih besar untuk merampas lebih besar wilayah Palestina termasuk judaisasi al-Quds bertepatan dengan Konferensi Paris dapat dicermati dalam koridor ini. (MF)

 

 

Add comment


Security code
Refresh