Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 03 Juni 2016 14:36

Karakter Imam Khomeini ra Menurut Ayatullah Khamenei

Karakter Imam Khomeini ra Menurut Ayatullah Khamenei
Hari ini, Jumat (3/6) bangsa Iran dan para pecinta pemikiran Imam Khomeini ra memeringati 27 tahun wafatnya.

Dalam peringatan ini, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pidatonya selain menjelaskan sistem pemikiran politik, juga menyebutkan beberapa sifat dan karakter komprehensif Imam Khomeini ra.

Rahbar menyinggung tiga sifat beliau; mukmin, komitmen dan revolusioner dan menegaskan, "Sejatinya revolusi adalah pribadi Imam Khomeini ra sendiri. Revolusi merupakan istilah yang menyimpan banyak hakikat. Imam Khomeini ra pemimpin semua hakikat yang dikandung kata revolusi."

Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyebut sebab utama permusuhan dan ketakutan kekuatan arogan dunia terhadap Revolusi Islam dan Imam Khomeini ra kembali pada masalah ini. Dijelaskannya, kekuatan-kekuatan arogan dunia khawatir akan unsur revolusioner dan sikap revolusioner Imam Khomeini ra.

Beliau kemudian menyebut langkah-langkah seperti blokade ekonomi, sanksi, konspirasi dan segala macam dalih terkait masalah nuklir dan hak asasi manusia hanya alasan saja. Rahbar menegaskan bahwa kini musuh-musuh Revolusi Islam Iran sangat ketakutan akan sikap revolusioner dan jihad yang dilakukan bangsa Iran.

Menurutnya, Imam Khomeini ra dengan bersandar pada pemikiran revolusioner dan berlaku revolusioner berhasil menciptakan perubahan besar politik. Imam Khomeini ra berhasil memberi contoh yang tidak hanya mengubah nasib bangsa Iran, tapi juga dalam jalur gerakan-gerakan revolusioner dan gerakan agung Kebangkitan Islam.

Di bagian lain dari pidatonya, Rahbar juga memberikan analisa mengapa konspirasi musuh-musuh bangsa Iran masih terus berlanjut. Menurutnya, tujuan mereka adalah mencegah kemajuan gerakan revolusi Republik Islam Iran. Demi mencapai tujuan ini, dalam beberapa dekade pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, mereka berusaha keras untuk merusak pribadi Imam Khomeini dan menciptakan keraguan akan sifat beliau yang menentang arogansi. Padahal, Imam Khomeini ra di setiap periode perjuangaannya tidak pernah ragu mengungkap substansi arogansi dan mengecam intervensi Amerika di Iran.

Sejatinya, permusuhan mereka dikarenakan karakter revolusioner Imam Khomeini ra yang mengkristal dalam Republik Islam Iran dan pemikiran revolusioner Imam Khomeini ra. Ini merupakan tanda komitmen terhadap Islam. Rahbar menegaskan, "Bangsa Iran dengan bersandar pada keyakinan dan komitmen pada prinsip-prinsip Imam Khomeini dan tegak menghadapi kezaliman akan terus melanjutkan jalan ini."

Pada hakikatnya, karakter ini membuat dinamis dan kekalnya pemikiran politik dan revolusi Imam Khomeini ra dan berlanjutnya gerakan revolusi ini bakal meraih tujuan yang lebih tinggi.

Jelas, gerakan revolusioner ini senantiasa bertentangan dengan kepentingan kelompok arogan dunia. Oleh karenanya, mereka bangkit menghadang Revolusi Islam Iran. Sejarah Revolusi Islam dengan jelas menunjukkan bahwa sebab utama segala permusuhan ini adalah kekhawatiran akan pengaruh Revolusi Islam dan jangan sampai Revolusi Islam menjadi contoh bagi yang lain.

Itulah mengapa Pemimpin Revolusi Islam Iran mengajak seluruh pecinta Imam Khomeini ra, baik generasi kini dan akan datang untuk memahami satu kenyataan bahwa demi kemenangan Revolusi ISlam dan mempertahankannya sudah banyak biaya yang dikeluarkan, namun perlu diketahui bahwa kepentingannya ratusan kali lebih penting dari biaya yang telah dikeluarkan. Seluruh raihan besar yang berhasil dilakukan bangsa Iran di segala bidang sejatinya merupakan hasil dari berlanjutnya Revolusi Islam dan berlaku revolusioner. Sekalipun ke depannya masih banyak masalah yang dihadapi, tapi dengan melanjutkan jalan ini bakal diraih banyak kesuksesan.

Add comment


Security code
Refresh