Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Kamis, 02 Juni 2016 13:53

Misi Terselubung Militer Turki di Suriah

Misi Terselubung Militer Turki di Suriah

Media-media Barat mengabarkan masuknya militer Turki ke wilayah Suriah dan pengerahan pasukan negara ini di dekat berbagai wilayah A`zaz dan Afrin.

 

Ahmed Arac, seorang pejabat Partai Uni Demokratik (Kurdi) Suriah mengatakan, ratusan tentara Turki menerobos perbatasan Bab al-Salameh dan masuk ke wilayah al-Shahba'a dekat distrik A`zaz dan Marea.

 

Ia menambahkan, pasukan Turki sedang mempersiapkan serangan ke A`zaz dan Marea yang telah menjadi ajang pertempuran sengit antara pasukan Uni Demokratik dan kelompok teroris Daesh. Menurutnya, militer Turki sebelumnya juga melakukan serangan roket ke posisi Pasukan Demokratik Suriah.

 

Masuknya pasukan Turki ke wilayah Suriah terjadi ketika sebelumnya, jaringan berita milik oposisi Suriah, Orient News TV mengabarkan usulan Turki kepada Amerika Serikat untuk intervensi militer ke Suriah.

 

Disebutkan bahwa Numan Kurtulmus, Wakil Perdana Menteri dan juru bicara pemerintah Turki mengklaim negaranya mengerahkan pasukan ke wilayah Suriah untuk melumpuhkan Daesh dan Ankara telah mengusulkan perencanaan militer di wilayah utara Suriah kepada Washington.

 

Tampaknya ada misi tertentu di balik masuknya ratusan tentara Turki ke wilayah Suriah, dan yang pasti, bukan untuk memerangi Daesh. Sebab, mereka menerobos masuk ke Suriah setelah para teroris Daesh menelan banyak kekalahan dalam pertempuran menghadapi militer Suriah dalam beberapa hari ini.

 

Masuknya pasukan Turki hingga 700 meter ke wilayah Suriah di Rif utara Aleppo, dekat desa Hamam yang terletak di daerah Afrin pada dasarnya telah menguatkan asumsi kelompok-kelompok Kurdi Suriah bahwa militer Turki masuk ke Suriah bukan bermaksud untuk memerangi Daesh, tapi untuk mencegah kekalahan kelompok teroris Takfiri ini. Namun untuk menghindari sorotan publik, militer Turki masuk ke wilayah Suriah dengan dalih ingin melumpuhkan Daesh.

 

Seandainya pemerintah Ankara serius ingin memberantas Daesh seharusnya Turki telah lama menutup perbatasannya dengan Suriah untuk mencegah masuknya para teroris ke negara Arab ini dan tidak membiarkan perbatasannya menjadi tempat lalu-lalang para teroris dari berbagai negara yang masuk ke Suriah.

 

Usulan Turki kepada AS untuk intervensi militer di Suriah telah menarik perhatian kalangan politik. Para politisi Suriah menilai usulan tersebut sebagai justifikasi atas masuknya pasukan Turki ke wilayah negara Arab ini.

 

Tercatatnya nama Turki dalam daftar negara-negara koalisi internasional anti-Daesh –padahal negara ini memberikan dukungan secara terbuka dan rahasia kepada kelompok teroris Daesh dan kelompok-kelompok oposisi bersenjata Suriah– semakin menunjukkan niat jahat Ankara di Suriah.

 

Di sisi lain, penegasan para pejabat Ankara bahwa militer Turki masuk ke Suriah untuk memerangi Daesh bertentangan dengan pernyataan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki dalam pidatonya di acara peringatan penaklukan kota Istanbul ke-563 baru-baru ini.

 

Dalam pidatonya, Erdogan menuding Iran, Rusia dan AS sebagai pendukung terorisme dan pembantai anak-anak Suriah. Ia mengatakan, negara-negara ini tidak akan mampu mengalahkan Daesh dengan membunuh warga tak berdosa.

 

Presiden Turki menegaskan, satu-satunya solusi atas krisis Suriah adalah penggulingan Bashar al-Assad, Presiden Suriah dari kekuasannya. Pernyataan terbaru Erdogan ini dinilai banyak kalangan sebagai kecemasannya atas kekalahan kelompok teroris Takfiri Daesh di medan-medan tempur Suriah.

 

Namun banyak pengamat meyakini, pernyataan Erdogan yang memperingatkan negara-negara pendukung Assad juga disebabkan kekhawatirannya atas gerakan Daesh yang mungkin saja akan menciptakan ketidakamanan di Turki.

 

Sebagian kalangan meyakini masuknya pasukan Turki ke Suriah bertujuan untuk mengontrol pergerakan Daesh di negara Arab ini dan mencegah mereka masuk ke Turki setelah mengalami kekalahan telak di berbagai medan termpur Suriah. (RA)

 

Add comment


Security code
Refresh