Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Kamis, 02 Juni 2016 07:44

Menyimak Kunjungan Menlu Iran ke Swedia

Menyimak Kunjungan Menlu Iran ke Swedia

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, banyak peluang bagi kerjasama bilateral, regional dan internasional antara Republik Islam dan Swedia.

 

Menlu Iran dilawatan periodiknya ke Eropa timur dan utara hari Rabu (1/6) bertemu Menlu Swedia, Margot Wallstrom dan Perdana Menteri Stefan Lofven di Stockholm serta Menteri Teknologi Mikael Damberg. Zarif juga hadir di pertemuan ekonomi kedua negara.

 

Agenda pertemuan menlu Iran dan Swedia seputar isu regional dan internasional serta mengkaji perluasan kerjasama bilateral di berbagai sektor pasca kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA). Saat jumpa pers dengan sejawatnya dari Swedia, Zarif seraya mengisyaratkan sejumlah upaya anti Iran di Swedia dan negara lain terkait Hak Asasi Manusia (HAM) dan menandaskan, Republik Islam Iran merupakan satu-satunya negara di kawasan yang memiliki pemilu bebas.

 

Menlu Iran menambahkan banyak warga Iran yang berdomisili di Swedia dan bepergian ke tanah airnya serta mereka menuntut perluasan hubungan antara kedua negara. Di sisi lain, pemerintah Swedia tidak seharusnya mengabaikan hal ini dan memilih mendengarkan ocehan sejumlah pihak kecil yang mengejar kepentingan pribadi melalui propaganda anti Tehran.

 

Sementera itu, menlu Swedia di jumpa pers mengungkapkan kesiapan negaranya untuk memperluas kerjasama dengan Iran di berbagai sektor. Ia mengatakan, hubungan ekonomi dan politik kedua negara memiliki jejak yang panjang.

 

Zarif juga dilaporkan bertemu dengan Perdana Menteri Stefan Lofven dan menggelar lobi terkait perluasan hubungan bilateral dan isu-isu internasional yang dianggap penting kedua negara. Perdana menteri Swedia di pertemuan ini menyambut perluasan kerjasama Iran-Swedia dan mengatakan, "Lawatan Saya ke Tehran tengah disusun."

 

Zarif saat bertemu dengan Mikael Damberg seraya menjelaskan bahwa Iran di masa lalu merupakan mitra dagang pertama Swedia di Asia Barat dan Afrika Utara, mengaku optimis bahwa hubungan ekonomi kedua negara di era pasca JCPOA mampu kembali ke posisi semula.

 

Adapun Mikael Damberg di pertemuan ini mengungkapkan optimismenya bahwa konferensi ekonomi Iran dan Swedia yang digelar hari Rabu di Stockholm mampu mempersiapkan peluang lebih untuk mendekatkan perusahaan dan memperluas hubungan ekonomi kedua negara.

 

Di antara agenda Zarif di Swedia adalah pidato di sidang ekonomi Iran-Swedia di Stockholm. Zarif di pidatonya menyebut Iran sebagai negara aman untuk investasi bagi semua perusahaan. Di kesempatan tersebut, Zarif juga mendorong semua pihak untuk berlomba-lomba menanam investasi di Iran.

 

Selama di Swedia, Zarif untuk menyampaikan pidato di Pusat Riset Internasional Perdamaian Stockholm dengan tema terorisme dan radikalisme. Menlu Iran menyebut terorisme sebagai kendala global dan mengatakan, di konfrontasi internasional, jika satu pihak mengalami kekalahan kecil dan pihal lain mengalami kekalahan lebih besar, maka krisis akan terus berlanjut.

 

Terkait krisis Suriah, Zarif mengatakan, solusi tunggal hanya dapat diraih oleh bangsa Suriah sendiri dan pihak asing dalam hal ini dapat memainkan peran untuk mempermudah pencapaian solusi tersebut, namun mereka tidak boleh memaksakannya kepada rakyat Suriah.

 

Delegasi politik-ekonomi Iran Ahad lalu memulai lawatan periodiknya ke empat negara Eropa, Polandia, Finlandia, Swdia dan Lithuania. Tujuan pertama adalah Warsama, kemudian Helsinki Finlandia dan hari Rabu rombongan ini tiba di Stockholm, Swedia. (MF)

 

Add comment


Security code
Refresh